BPJS Kesehatan Jemput Bola Lakukan Pendataan Santri di Dayah Wakaf Barbate

ACEH BESAR – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan pelayanan jemput bola ke Dayah Wakaf Barbate, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk pendataan santri yang akan disesuaikan kepesertaannya sebagai peserta BPJS Kesehatan, guna memastikan tidak ada kendala dalam mengakses layanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Blang Bintang.
Pendataan ini menyasar seluruh santri yang mondok di dayah tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan validitas data kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Para santri yang berasal dari berbagai daerah di Aceh tersebut sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan aktif, namun perlu dilakukan penyesuaian kembali dengan domisili tempat tinggal saat ini, terutama terkait dengan fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi rujukan tempat berobat.
Dayah Wakaf Barbate berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Barbate Islamic City (YWBIC) yang diketuai oleh Prof. Dr. Sofyan A. Gani, MA. Saat ini, dayah tersebut membina sekitar 70 santri yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, dengan latar belakang sebagai anak yatim piatu dan mualaf dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Pihak yayasan menyampaikan apresiasi atas langkah BPJS Kesehatan yang telah melakukan pelayanan jemput bola langsung ke lingkungan dayah. Ketua Yayasan Wakaf Barbate Islamic City, Prof. Dr. Sofyan A. Gani, MA, menilai kegiatan tersebut sangat membantu pihak dayah dalam memastikan seluruh santri memiliki kepastian akses layanan kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan atas kepedulian dan kemudahan yang diberikan. Dengan penyesuaian data kepesertaan ini, para santri tidak lagi mengalami kendala ketika membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan di dayah merupakan bentuk nyata perhatian negara terhadap lembaga pendidikan keagamaan, khususnya yang membina anak-anak yatim dan mualaf. Ia berharap sinergi antara BPJS Kesehatan dan lembaga dayah dapat terus berlanjut demi menjamin kesejahteraan santri.
Program jemput bola ini diharapkan mampu mempercepat proses penyesuaian data kepesertaan BPJS Kesehatan sekaligus memastikan faskes rujukan sesuai dengan domisili santri saat ini. (*)