50 Guru MTsN Pidie Jaya Pertajam Pedagogik Lewat Pelatihan Kolaboratif Pasca Banjir

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

PIDIE JAYA – Bencana banjir yang sempat melanda tidak menyurutkan semangat para pendidik di Kabupaten Pidie Jaya untuk terus bertumbuh.

Sebanyak 50 guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti Pelatihan Partisipatif Kolaboratif yang difokuskan pada peningkatan kompetensi pedagogik yang diselenggarakan pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi para guru untuk melakukan “rebound” kualitas mengajar setelah sarana pendidikan terdampak bencana.

Pelatihan ini bukan sekadar transfer ilmu searah, melainkan ruang diskusi aktif untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih relevan dan inovatif.

Poin Utama Pelatihan:

  • Resiliensi Pendidikan: Menunjukkan dedikasi guru yang tetap memprioritaskan kualitas mengajar di tengah masa pemulihan pasca bencana.
  • Metode Partisipatif: Peserta tidak hanya menyimak, tetapi terlibat langsung dalam simulasi dan pemecahan masalah (case study) terkait tantangan di ruang kelas.
  • Sinergi Kolaboratif: Membangun jejaring antar-pendidik untuk saling berbagi praktik baik (best practices) dalam mengelola dinamika siswa.
  • Fokus Pedagogik: Penajaman strategi penyampaian materi agar lebih adaptif dan menarik bagi generasi digital.

“Semangat yang ditunjukkan rekan-rekan guru hari ini membuktikan bahwa dedikasi terhadap dunia pendidikan di Pidie Jaya jauh lebih besar daripada tantangan bencana yang baru saja kita lalui.”

Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan ritme belajar-mengajar di madrasah ke level optimal, sekaligus memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas lulusan di wilayah tersebut.

Pendidikan mungkin sempat terhenti sejenak oleh air, namun semangat belajar para guru ini memastikan masa depan siswa tetap mengalir deras.