Update Tanah Bergerak di Tegal, 464 Rumah Rusak hingga 2.426 Warga Mengungsi

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH  – Bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menyebabkan 464 rumah rusak dan jiwa mengungsi hingga Jumat (6/2/2026). Lokasi dampak bencana ini yakni di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Pergerakan tanah ini membuat ratusan tempat tinggal warga rusak hingga ambruk. Warga pun terpaksa meninggal kan rumah mereka demi keselamatan.

Saat ini ribuan warga mengungsi di empat posko utama. Pemkab Tegal juga telah menetapkan status tanggap darurat menyusul dampak luas yang ditimbulkan akibat bencana tanah bergerak tersebut.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka bahkan langsung meninjau lokasi terdampak tanah bergerak, Jumat (6/2/2026). Dalam kunjungannya, Wapres meminta warga tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing.

Wapres menegaskan kondisi tanah masih labil dan berpotensi membahayakan keselamatan. Pemerintah memprioritaskan keamanan warga sebelum mengambil langkah lanjutan.

Wapres secara khusus meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta kaum difabel terpenuhi dengan layak, termasuk ketersediaan tim medis dan obat-obatan selama 24 jam.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga memastikan warga yang kehilangan dokumen penting tetap mendapatkan perlindungan. Dokumen seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga (KK) akan diproses ulang dengan cepat.

Wapres menginstruksikan jajaran terkait untuk mempercepat penerbitan dokumen pengganti. Selain itu, pemerintah menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar bagi korban tanah bergerak Tegal.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebelumnya memastikan warga terdampak akan direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Hunian baru telah disiapkan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan jangka panjang.

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan data terbaru terkait dampak bencana.

“Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman,” kata Bupati Tegal, Jumat (6/2/2026).

Relokasi tersebut diharapkan menjadi solusi permanen agar warga tidak lagi terancam risiko bencana serupa.

Hingga saat ini, ribuan warga masih bertahan di empat posko utama sambil menunggu proses relokasi. Pemerintah menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tanah bergerak di Tegal