MPU Aceh Besar Dukung Program Beut Kitab Bak Sikula

BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Beut Kitab Bak Sikula yang telah berjalan selama setahun di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris dan Wakil Bupati Aceh Besar Drs. H. Syukri.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua MPU Aceh Besar, Tgk. H. Nasruddin, bersama jajaran wakil ketua dan anggota MPU saat bersilaturahmi dengan Bupati Aceh Besar di ruang kerja bupati, Selasa, 10 Februari 2026.
Advertisements
Dalam pertemuan itu, Nasruddin menilai program Beut Kitab Bak Sikula pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Program tersebut juga dinilai sebagai langkah strategis dalam penguatan pendidikan keagamaan di Kabupaten Aceh Besar.
“Kami mengharapkan agar Bupati Aceh Besar terus melanjutkan Program Beut Kitab Bak Sikula ini, karena memang sangat bermanfaat,” kata Nasruddin.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyampaikan apresiasi atas dukungan MPU Aceh Besar terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia menjelaskan, Beut Kitab Bak Sikula diperuntukkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD serta seluruh jenjang kelas SMP, dengan jadwal pembelajaran dua kali pertemuan setiap pekan pada jam awal pelajaran.
Pada tahap awal pelaksanaannya yang dimulai pada 2025, program ini diterapkan di 46 satuan pendidikan, terdiri atas 23 SD dan 23 SMP yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar. Para siswa dibimbing untuk memahami kitab kuning secara bertahap sesuai dengan usia dan jenjang pendidikan.
Di hadapan jajaran MPU Aceh Besar, Muharram Idris kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan visi pemerintahan Aceh Besar yang bermarwah, bermartabat, adil, makmur, sejahtera, dan bersyariah dalam bingkai Ahlussunnah Wal Jamaah.
“Pemkab Aceh Besar sangat mengharapkan dukungan penuh dan sinergi dari MPU Aceh Besar agar program-program mulia yang kita jalankan dapat terwujud dengan baik,” ujar Muharram.
Ia juga menyinggung peran MPU sebagai salah satu lembaga keistimewaan yang hanya dimiliki Provinsi Aceh, selain Majelis Pendidikan Daerah (MPD), Majelis Adat Aceh (MAA), dan Baitul Mal. Menurut dia, keberadaan lembaga-lembaga tersebut menjadi pilar penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembinaan umat.
Dalam pertemuan silaturahmi itu, kedua pihak turut membahas sejumlah program kerja MPU Aceh Besar ke depan yang difokuskan pada penguatan dakwah dan pembinaan umat di daerah tersebut. []