BMKG Imbau Warga Aceh Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Hingga 20 Februari

BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi hingga 20 Februari 2026. Peringatan ini dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda setelah terpantau gangguan atmosfer di perairan barat Aceh yang memicu belokan angin (shearline) dan konvergensi.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nasrol Adil, menjelaskan, kondisi tersebut dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang.
“Fenomena ini berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan pada aktivitas masyarakat,” kata Nasrol, Jumat (13/2/2026).
Advertisements
Analisis angin pada lapisan feet menunjukkan adanya pola siklonik yang mendukung terbentuknya shearline. Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
BMKG membagi peringatan potensi cuaca ekstrem dalam dua periode. Periode pertama, 11–15 Februari 2026, wilayah terdampak meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Langsa, dan Pidie Jaya. Sedangkan periode kedua, 16–20 Februari 2026, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Utara, Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Sabang.
Nasrol menekankan agar masyarakat, khususnya yang berada di kawasan rawan banjir dan longsor, tetap waspada, terutama saat hujan dengan durasi lama dan intensitas tinggi. []