Cerita Sopir Taksol Pergoki Aksi Penumpang Mesum dalam Mobilnya: Langsung Rebahan dan Lakuin Itu

BANDA ACEH – Seorang sopir taksi online bernama Azmi Rahmat mengaku menyaksikan langsung aksi tidak senonoh yang dilakukan dua penumpangnya di dalam mobil saat perjalanan dari kawasan Stasiun Juanda, Jakarta Pusat menuju Cipulir, Jakarta Selatan pada Selasa (10/2) menuturkan, peristiwa itu bermula ketika ia menerima orderan dari aplikasi dengan titik jemput yang tertera di Kementerian ESDM.
“Awalnya enggak langsung berdua. Si lakinya dulu yang naik. Sekitar 500 meter di depan ketemu halte, baru saya jemput si perempuannya,” kata dia saat dihubungi kumparan, Jumat (13/2).
Perjalanan menuju titik antar di Cipulir diperkirakan menempuh jarak sekitar 12 kilometer dengan durasi sekitar 30 menit. Namun, menurut Azmi, aksi tak pantas itu sudah dimulai ketika mobil baru berjalan sekitar 3 kilometer dari lokasi penjemputan.
“Dari awal naik aja tuh si cewek kayak ngumpet-ngumpet. Terus langsung rebahan. Sekitar 3 kilometer dari titik jemput itu dia udah langsung melakukan aksinya,” ujarnya.
Azmi mengaku awalnya tidak terlalu memperhatikan. Namun, karena merasa ada yang janggal, ia kemudian menurunkan spion tengah kabin untuk memastikan kondisi di kursi belakang.
“Akhirnya saya tundukin spion, saya lihat posisi kepala si perempuan bukan di paha si cowok. Awalnya kepalanya di paha si cowok, jadi dadanya malah yang di paha,” katanya.
Ia juga melihat tangan penumpang pria masuk ke dalam baju hingga ke dalam celana penumpang perempuan. Azmi mengaku baru menegur ketika tindakan tersebut dinilainya sudah keterlaluan.
“Saya tunggu sampai tangannya masuk celana, baru saya tegur. Bener aja masuk ke celana,” ucapnya.
Selain itu, Azmi mengaku mendengar suara-suara yang menurutnya tidak pantas. Setelah ditegur, kedua penumpang tersebut tidak menunjukkan rasa bersalah.
“Pas turun aja masih bisa senyum,” katanya.
Azmi mengaku tidak langsung menurunkan penumpang di tengah jalan karena proses administrasinya dinilai rumit. Ia menyebut harus menghubungi customer service dan mengeluarkan pulsa, serta khawatir antrean panjang.
“Kalau diminta turun itu prosesnya panjang banget, harus telepon customer service, belum lagi antre,” ujarnya.
Meski demikian, ia khawatir terhadap keselamatan akunnya, terutama karena ia sempat melontarkan kata-kata kasar dan menyebarkan video kejadian tersebut.
“Yang terburuk itu putus mitra nantinya dari akun saya,” kata Azmi.
Ia menyebut kejadian itu merupakan pengalaman pertamanya selama menjadi pengemudi taksi online. Dari perkiraannya, usia kedua penumpang tersebut tidak lebih dari 25 tahun.
Azmi berharap kejadian yang dialaminya bisa menjadi pelajaran bagi penumpang lain agar menjaga sikap selama menggunakan layanan transportasi online.
Polisi Selidiki
Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Kebayoran Lama, Kukuh Islami, mengaku belum mengetahui siapa sejoli tersebut. Pihaknya akan melakukan penyelidikan.
“Kita belum tahu siapa orangnya, kami nanti lakukan penyelidikan terlebih dahulu, terutama kami nanti akan cari tahu siapa yang sopir di dalam mobil ini, kan dia yang mengetahui informasi siapa yang penumpang, yang berbuat mesum yang dia tegur itu,” kata Kukuh kepada wartawan, Jumat (13/2).
Polisi akan mencari tahu terlebih dahulu siapa sopir mobil tersebut. Karena dia yang tahu dugaan perbuatan mesum yang terjadi.
“Saya minta Kanit Reskrim untuk mencari tahu siapa sopir mobil tersebut. Untuk mencari tahu identitas yang anak muda-mudi ini,” kata dia.