Mahfud MD Soroti Gaji Hakim Sudah Naik Ribuan Persen, Tapi Korupsi Makin Gila!

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Pernyataan tegas kembali meluncur dari Mahfud MD dalam podcast “Terus Terang”.Mantan Menko Polhukam itu menyoroti maraknya hakim yang terjerat korupsi, meskipun gaji mereka telah dinaikkan berkali-kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.

Mahfud menegaskan bahwa negara keliru besar jika menganggap menaikkan gaji hakim otomatis akan memberantas korupsi.

Menurutnya, logika itu tidak sesuai realitas di lapangan.

“Dikira orang korupsi itu karena gajinya kecil  bukan. Yang koruptor itu gajinya sudah besar-besar,” tegas Mahfud MD dikutip dari Podcast terus terang.

Ia mengaku mendukung peningkatan kesejahteraan hakim, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil.

Namun menurutnya konsep menaikkan gaji untuk mencegah korupsi adalah cara pandang yang menyesatkan.

“Saya setuju gaji hakim itu dinaikkan, tapi bukan untuk memberantas korupsi. Itu salah,” lanjut Mahfud.

Ia mencontohkan sejumlah hakim yang ditangkap KPK dalam beberapa tahun terakhir justru berasal dari kelompok yang sudah mapan secara ekonomi.

Banyak dari mereka memegang jabatan strategis dan memiliki fasilitas negara yang memadai.

Dalam pandangan Mahfud, masalah utamanya bukan pada nominal gaji, melainkan mental, integritas, dan lemahnya pengawasan lembaga peradilan.

“Yang korupsi-korupsi hakim itu sudah kaya-kaya mentalnya dan tindakan hukumnya yang harus dilakukan, bukan menaikkan gaji,” ujarnya.

Mahfud juga mengingatkan bahwa pendekatan sektoral menaikkan gaji hanya akan memicu tuntutan serupa dari kelompok profesi lain.

“Nanti polisi bilang, ‘Kami dong yang harus tinggi gajinya.’ Guru bilang begitu, dokter bilang begitu. Semua merasa paling penting,” kritiknya.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan pimpinan nasional yang kuat, sistem pengawasan yang berjalan, dan keberanian menindak tanpa pandang bulu.***