Rumah Jokowi Ditandai Tembok Ratapan Solo, PSI: Bukti Nyata Dicintai Rakyat

BANDA ACEH – Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, merespons soal viralnya rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinamakan “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps. Ia menyebut, itu merupakan bentuk kreativitas masyarakat.”Memang kreatif netizen kita,” kata Grace Natalie dikonfirmasi, Rabu (18/2).
Grace mengungkapkan, kediaman Jokowi yang berlokasi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, tidak pernah sepi didatangj masyarakat dari berbagai daerah.
Menurutnya, berbagai latar belakang masyarakat kerap mendatangi rumah Jokowi untuk sekadar berfoto atau bersalaman.
“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen, karena Bapak sudah purnatugas,” ungkapnya.
Grace menilai, ramainya masyarakat yang kerap mendatangi rumah Jokowi, bukti nyata kecintaan rakyat.
“Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No. 1, mendadak viral setelah muncul penandaan nama “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps.
Penandaan nama tersebut tertera tepat di lokasi rumah Jokowi yang berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Fenomena ini semakin ramai diperbincangkan setelah beredar video seorang pemuda yang berdiri di depan gerbang rumah tersebut dan beraksi seolah-olah sedang meratap.
Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram Indopium dan kemudian menyebar luas ke berbagai platform media sosial.
Dalam unggahannya, akun @indopium_ menyebut “Tembok Ratapan Solo” sebagai salah satu spot yang tengah populer di kalangan generasi Z.
“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun @indopium_ pada Selasa (17/2).
Mengutip laporan Radar Solo (Jawa Pos Grup), ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku telah mengetahui munculnya nama unik tersebut di Google Maps. Namun, ia belum dapat memastikan apakah Jokowi sendiri sudah mengetahui penandaan itu.
“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” ujar Syarif.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang pertama kali menambahkan nama tersebut maupun maksud di baliknya. Sebab, penambahan nama lokasi di Google Maps pada dasarnya dapat dilakukan oleh pengguna melalui fitur kontribusi publik.