Waspada Penipuan, Bank Aceh Tegaskan Rekrutmen Karyawan Tidak Dipungut Biaya

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Manajemen Bank Aceh mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi rekrutmen palsu yang mengatasnamakan institusi mereka.

Penegasan ini dikeluarkan menyusul adanya laporan terkait upaya penipuan yang menyasar para pencari kerja.

Proses Rekrutmen Gratis

Bank Aceh menegaskan bahwa dalam setiap tahapan seleksi penerimaan karyawan, perusahaan tidak pernah memungut biaya apa pun dari calon kandidat.

Masyarakat diminta untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang atau biaya akomodasi tertentu.

“Kami tegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen di Bank Aceh dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa biaya. Jika ada yang meminta imbalan, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tulis pernyataan resmi manajemen Bank Aceh.

Hanya Melalui Saluran Resmi

Untuk menghindari risiko penipuan, Bank Aceh mengingatkan bahwa seluruh pengumuman resmi terkait lowongan pekerjaan hanya disampaikan melalui kanal komunikasi terverifikasi, yaitu:

  • Situs Web Resmi:
  • Media Sosial: Akun resmi Bank Aceh yang telah terverifikasi (centang biru).
  • Surat Resmi: Melalui mekanisme persuratan formal perusahaan.

Langkah Pencegahan bagi Masyarakat

Apabila masyarakat menerima pesan singkat (SMS/WhatsApp), panggilan telepon, maupun undangan seleksi yang mencurigakan atau tidak bersumber dari kanal resmi, diharapkan untuk melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Jangan Menindaklanjuti: Jangan memberikan data pribadi atau melakukan transfer uang kepada pihak tersebut.
  2. Verifikasi Informasi: Lakukan pengecekan ulang melalui kantor cabang terdekat.
  3. Hubungi Saluran Resmi: Gunakan layanan kontak resmi Bank Aceh untuk mengonfirmasi kebenaran informasi.

“Mari bersama kita cegah aksi penipuan ini. Pastikan untuk selalu melakukan kroscek informasi agar diri kita terlindungi dari kerugian materi maupun penyalahgunaan data,” tutup pernyataan tersebut.