Dalih Menag Pakai Jet Pribadi: Berangkat Jam 11 Malam, Tak Mungkin Ada Pesawat

BANDA ACEH – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkap alasannya menerima pemberian fasilitas jet pribadi. Pesawat itu digunakannya untuk pergi dalam acara peresmian di Takalar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (15/2).Nasaruddin bilang, saat itu ia baru hendak berangkat ke Sulsel pada malam hari. Sehingga, tak ada lagi pesawat komersil yang tersedia.
“Kepergian saya menjalankan tugas di Sulawesi Selatan ya, di Makassar untuk dengan menggunakan pesawat khusus itu ya. Karena jam 11 malam kan enggak mungkin ada pesawat lagi ke sana,” kata Nasaruddin di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Senin (23/2).
Nasaruddin menambahkan, setelah acara peresmian itu, keesokan paginya dirinya harus kembali ke Jakarta.
“Besok paginya balik lagi karena ada persiapan sidang isbat,” ucap dia.
Penerimaan fasilitas jet pribadi itu pun kini telah dilaporkannya ke KPK.
“Saya datang ke sini untuk eh menyampaikan hal itu ya. Dan alhamdulillah sudah berjalan lancar dan itulah tekad saya, saya ingin menjadi contoh ya terhadap para bawahan kami nanti,” ucap dia.
Nantinya, KPK akan menentukan apakah penerimaan fasilitas jet pribadi tersebut merupakan gratifikasi atau bukan. Termasuk konsekuensi yang harus dilakukan Nasaruddin ke depan.
Jadi tadi beliau sudah menyampaikan terkait pelaporan gratifikasi dan nanti tentunya dari kami ada, beliau bagusnya di sini adalah memberikan, begitu dia menerima gratifikasi kurang dari 30 hari kerja langsung menyampaikan pelaporan gratifikasi.
“Kita akan lakukan verifikasi dulu. Jadi verifikasi kemudian di termasuk kelengkapan-kelengkapan dokumennya yang memang diperlukan,” kata Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Arif Waluyo.
“Nanti sesudah itu kita kasih waktu kurang lebih 20 hari kerja. Nah nanti kita ada batas waktunya adalah 30 hari kerja untuk menetapkan statusnya menjadi apakah status itu milik negara atau milik penerima,” sambungnya.
Berdasarkan keterangan Kementerian Agama, Nasaruddin menghadiri acara peresmian Balai Sarkiah di Takalar. Acara tersebut merupakan undangan dari Oesman Sapta Odang (OSO).
“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat,” jelas Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, di Jakarta, dikutip dari situs resmi Kemenag, Selasa (17/2).
“Seluruh moda transportasi perjalanan disiapkan oleh penyelenggara,” sambungnya.
Gedung Balai Sarkiah berlokasi di Kelurahan Sabintang ini diproyeksikan menjadi episentrum baru bagi kegiatan keagamaan dan sosial di Sulawesi Selatan. Gedung ini menjadi pusat pemberdayaan umat.