MBG Tidak Layak Dikonsumsi Oleh Siswa, JARA Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Gayo Lues

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

GAYO LUES — Pelaksanaan program unggulan nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), di Kabupaten Gayo Lues mulai menuai kritik tajam dari masyarakat.

Pasalnya, sejumlah sekolah dilaporkan menerima menu yang dianggap jauh dari standar kecukupan gizi yang dijanjikan pemerintah, yakni hanya berupa jagung dan telur.

Kekecewaan ini mencuat setelah viral foto porsi makanan tersebut hingga beredar luas di Kabupaten Gayo lues

Menu yang hanya berisi karbohidrat dari jagung dan protein dari telur, jeruk dan kacak dinilai tidak memenuhi unsur sayur, maupun susu yang menjadi standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor atau pihak pengelola makanan.

Menurutnya, menu tersebut tidak mencerminkan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui gizi yang baik.

Kritik ini muncul setelah adanya laporan bahwa porsi yang diterima siswa dianggap tidak memadai dan tidak layak dikonsumsi oleh siswanya.

“Tujuan utama program ini adalah mencegah malnutrisi dan stunting. Jika hanya jagung dan telur tanpa sayuran atau buah, maka target gizi seimbang sulit tercapai,” ujar Tegas Rizki Maulizar, Selasa (24/6/2026).

JARA berharap Pemkab Gayo Lues tidak tinggal diam dan memastikan transparansi anggaran serta kualitas makanan yang sampai ke tangan siswa agar program mulia ini tidak sekadar menjadi formalitas belaka.(*)