FPI Aceh Suarakan Kecaman Keras DPP: Kutuk Agresi AS-Israel, Serukan Perlawanan Terhadap Penindasan Global

BANDA ACEH – Eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan konfrontasi antara Iran melawan poros Amerika Serikat (AS) dan Israel memicu reaksi keras dari tanah Rencong.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Persaudaraan Islam (FPI) secara resmi menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk hegemoni dan kezaliman global yang dinilai kian mengancam kemanusiaan universal.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah FPI Aceh, Rizki Safari atau yang lebih akrab disapa Abu Syuja.
Dalam orasinya, Abu Syuja menegaskan bahwa situasi dunia saat ini berada dalam titik nadir akibat ambisi imperialisme yang dipelopori oleh rezim zionis Israel dengan dukungan penuh Amerika Serikat.
Mengutuk Standar Ganda dan Agresi Militer
Abu Syuja menyoroti betapa kebijakan luar negeri Amerika Serikat dan tindakan brutal militer Israel telah menciptakan penderitaan yang tak berujung bagi warga sipil.
FPI menilai bahwa apa yang terjadi bukan sekadar konflik politik, melainkan bentuk penjajahan modern dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang direstui oleh diamnya dunia internasional.
“Islam mengajarkan keadilan dan keberpihakan mutlak kepada mereka yang tertindas. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memperingatkan kita dalam Al-Qur’an Surah An-Nisa ayat 75,” tegas Abu Syuja dengan nada bicara yang dalam dan berwibawa.
Ia kemudian menyitir firman Allah tersebut:
“Dan mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak…”
Ayat ini, menurut Abu Syuja, merupakan mandat langit bagi setiap manusia yang memiliki hati nurani untuk tidak berdiam diri melihat kezaliman di depan mata.
Keadilan: Syarat Mutlak Perdamaian
Lebih lanjut, DPP FPI melalui Abu Syuja mengkritik keras fenomena “standar ganda” yang dimainkan oleh lembaga-lembaga internasional dalam menyikapi konflik global.
Ia menegaskan bahwa perdamaian tidak akan pernah lahir dari meja diplomasi yang penuh kepura-puraan selama hak-hak rakyat yang dijajah tidak dikembalikan.
Mengutip Surah Al-Maidah ayat 8, Abu Syuja mengingatkan:
“Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”
“Perdamaian sejati hanya bisa terwujud jika penindasan dihentikan dan hukum internasional ditegakkan secara konsisten tanpa pandang bulu. Selama standar ganda masih dipraktikkan, maka perlawanan terhadap kezaliman adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya.
Pernyataan sikap ini menjadi sinyal kuat dari FPI bahwa mereka akan terus berdiri di garis terdepan dalam membela kedaulatan umat dan menentang segala bentuk agresi militer yang dilakukan oleh poros AS-Israel di Timur Tengah maupun belahan dunia lainnya.
Berikut surat pernyataan yang dikirimkan ke redaksi: