Buku “Polri Presisi” Resmi Diluncurkan, Bedah Kerja Nyata Kapolri dalam Mewujudkan Asta Cita Presiden

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

JAKARTA – Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, resmi meluncurkan buku berjudul “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat – Memimpin dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bagi NKRI” dalam sebuah forum diskusi publik di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Peluncuran buku yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu menghadirkan narasumber Ketua PB HMI periode 2023–2025 Andi Kurniawan, SH., M.H., dan Denni Wahyudi (Penulis Buku Indonesia Emas), serta dimoderatori oleh Riski Agussalim, . (Alumni Pascasarjana UI).

Kegiatan Focus Group Discussion tersebut dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), dan komunitas ojek online (ojol). Acara digelar di Dandia Coffee, Jakarta Selatan.

Nasky yang juga alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta menegaskan bahwa mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur membutuhkan pembangunan ekonomi berkeadilan, demokrasi berkeadaban, supremasi hukum yang tegas namun humanis, serta pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Melalui buku ini, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk memahami arah transformasi Polri Presisi dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Kiranya kehadiran buku ini dapat menambah wawasan kebangsaan, memperkaya literasi publik, serta memperkuat optimisme kita bersama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” papar Nasky dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Nasky yang juga menjabat Ketua Indonesia Youth Epicentrum (IYE) menjelaskan, dalam konstruksi negara hukum, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bukan sekadar institusi teknis, melainkan pilar utama kedaulatan negara. Menurutnya, di tangan Polri hukum dapat hadir secara nyata atau justru kehilangan wibawa. Di mata rakyat, Polri merupakan wajah negara yang paling konkret, apakah negara benar-benar melindungi atau justru melukai kepercayaan publik.

Ia juga menyinggung arah kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto yang mengusung delapan agenda strategis Asta Cita untuk memperkuat kedaulatan, pertahanan dan keamanan, pembangunan ekonomi, serta keadilan sosial.

Melalui buku tersebut, Nasky menyatakan berupaya menghadirkan pembacaan yang jernih dan argumentatif tentang arah transformasi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, .

“Bagi saya, Polri bukan hanya sekadar institusi penegak hukum, melainkan pilar strategis negara yang menentukan tegak atau runtuhnya kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan,” tegasnya.

Ia menambahkan, negara besar tidak diukur dari luas wilayah, melainkan dari tegaknya hukum. Negara berdaulat, menurutnya, tidak dibangun di atas ketakutan, tetapi di atas keadilan, dan keadilan hanya akan hidup apabila penegakan hukum berdiri kokoh tanpa tunduk pada tekanan maupun kekuasaan.

Karena itu, Nasky menilai transformasi Polri melalui paradigma Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) bukan sekadar proyek administratif, melainkan pernyataan politik hukum negara bahwa keamanan tidak boleh dipisahkan dari keadilan, kekuatan tidak boleh dilepaskan dari hukum, dan kewibawaan negara harus lahir dari kepercayaan rakyat.

“Di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Polri diarahkan menjadi institusi yang modern, terbuka, demokratis, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangan bangsa tidak lagi terbatas pada kejahatan konvensional, tetapi juga kejahatan siber, kejahatan terorganisasi, radikalisme, konflik sosial, serta disrupsi teknologi yang menguji ketahanan hukum negara,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Polri Presisi diuji bukan hanya dari kekuatan struktur, tetapi dari keadilan dalam fungsinya. Menurutnya, tanpa kepolisian yang profesional dan dipercaya, demokrasi akan kehilangan makna, pembangunan kehilangan fondasi, dan hukum kehilangan wibawa. Stabilitas keamanan disebutnya bukan tujuan akhir, melainkan prasyarat mutlak bagi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Buku tersebut, lanjut Nasky, menghadirkan perspektif komprehensif mengenai arah transformasi Polri Presisi dalam konteks pembangunan nasional dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Penulis menempatkan Polri tidak hanya sebagai institusi teknis penegak hukum, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam menopang stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan hak asasi manusia.

Sementara itu, Andi Kurniawan dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku tersebut.

“Buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat memiliki arti penting sebagai literatur kebijakan publik yang menghubungkan visi kepemimpinan nasional, arah pembangunan hukum, dan peran strategis Polri sebagai garda terdepan pelayanan negara dalam mewujudkan program-program strategis nasional,” ujarnya.

Ia menilai, dengan pendekatan argumentatif dan reflektif, buku tersebut mengajak publik memahami bahwa reformasi kepolisian bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang menuntut konsistensi, integritas, serta keberanian melakukan koreksi diri.

“Kehadiran buku ini dapat menjadi referensi berharga bagi kalangan akademisi, praktisi hukum, aparat kepolisian, serta masyarakat luas dalam membaca dinamika transformasi Polri secara lebih objektif dan konstruktif. Lebih dari itu, buku ini menjadi pengingat bahwa kekuatan institusi negara pada hakikatnya terletak pada kepercayaan rakyat, dan kepercayaan hanya dapat diraih melalui kerja nyata yang berlandaskan hukum dan keadilan,” pungkasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada penulis atas dedikasi intelektualnya dalam menyumbangkan pemikiran bagi pembangunan hukum dan institusi kepolisian di Indonesia.

“Semoga buku ini tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar kolektif bangsa dalam mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan benar-benar dipercaya masyarakat,” tutupnya.