Iran Contek Strategi Rusia, Lukisan 3D Helikopter Berhasil Bodohi Serangan Israel

BANDA ACEH – Dalam perkembangan terbaru eskalasi konflik Iran-Israel, rekaman serangan udara yang dirilis Israel Defense Forces (IDF) pada Rabu (4/3/2026) justru menjadi bahan ejekan setelah terungkap bahwa target yang diklaim sebagai helikopter Mi-17 milik Iran hanyalah lukisan anamorfik 3D di atas yang disebarkan IDF menunjukkan serangan presisi terhadap apa yang disebut sebagai “helikopter Mi-17 buatan Rusia milik angkatan bersenjata Iran”. Ledakan terlihat mengenai objek tersebut, dan militer Israel mengklaim telah berhasil menghancurkan aset militer penting lawan. Namun, analisis mendalam dari pakar pertahanan independen serta netizen menunjukkan bahwa objek itu tidak bergerak sama sekali pasca-serangan—baling-baling tetap statis, posisi tidak bergeser, dan tidak ada tanda kerusakan struktural nyata seperti puing beterbangan atau ledakan sekunder.
Analis pertahanan Patricia Marins di platform X menyoroti kemungkinan bahwa helikopter tersebut adalah lukisan anamorfik berskala besar di permukaan aspal, dirancang khusus agar dari perspektif udara (drone atau pesawat tempur) tampak seperti objek tiga dimensi sungguhan. Teknik ini memanfaatkan ilusi optik untuk menipu sistem targeting canggih, termasuk sensor inframerah dan pencitraan termal—karena cat hitam pada permukaan terang dapat menghasilkan signature termal yang mirip aset militer.
Strategi ini diyakini meniru taktik yang pernah digunakan Rusia selama konflik di Ukraina sejak 2023, di mana Moskow melukis gambar pesawat tempur, sistem rudal, dan peralatan militer di lapangan terbuka untuk mengelabui satelit pengintai dan drone musuh. Rusia berhasil memaksa Ukraina serta sekutunya menghabiskan amunisi mahal untuk menghantam target palsu, sehingga mengurangi tekanan pada aset asli.
Iran, yang menghadapi ratusan serangan udara Israel dalam beberapa pekan terakhir—termasuk terhadap posisi pertahanan udara, fasilitas rudal, dan infrastruktur militer—diduga menerapkan trik serupa secara luas. Laporan dari media Iran dan analis independen menyebutkan bahwa pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) telah melukis gambar helikopter, pesawat, dan sistem pertahanan udara di berbagai lokasi strategis menggunakan cat murah. Taktik low-cost ini berhasil memaksa Israel membuang rudal presisi bernilai jutaan dolar untuk menghantam “target” yang sebenarnya hanya seni jalanan optik.
Beberapa sumber di media sosial Iran dan sekutu regional menyebut kejadian ini sebagai “kemenangan murah” Teheran atas “musuh yang sombong”. Sementara itu, pihak Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan bahwa serangan mereka mengenai decoy. IDF hanya menyatakan bahwa operasi mereka menargetkan “aset militer aktif” dan terus memantau ancaman dari Iran.
Eksper seperti ini semakin memperumit perang asimetris di kawasan, di mana negara dengan sumber daya lebih terbatas menggunakan kecerdikan dan ilusi untuk menetralkan keunggulan teknologi musuh. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai berapa banyak “lukisan 3D” semacam ini yang telah berhasil menipu serangan Israel atau AS di wilayah Iran.
Konflik kedua negara tetap memanas, dengan potensi eskalasi lebih lanjut di tengah ancaman balasan dari kedua pihak.