Puluhan Mahasiswa USK Diterjunkan ke Pidie Jaya, Lakukan Trauma Healing hingga Pemberdayaan Ekonomi

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam aksi kemanusiaan dan pengabdian masyarakat. Sebanyak 50 mahasiswa lintas fakultas diterjunkan ke Kabupaten Pidie Jaya melalui “Program Mahasiswa Berdampak”, sebuah inisiatif strategis untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.

Selama hampir tiga pekan, para mahasiswa yang berasal dari Fakultas Keperawatan (33 orang), FKIP (9 orang), Psikologi (4 orang), dan Fakultas Pertanian (4 orang) bersinergi di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu. Mereka membawa misi besar: memulihkan kesehatan fisik, stabilitas psikologis, serta kemandirian ekonomi warga.

Ketua Program Mahasiswa Berdampak, Salwa Rifti Annisa, menjelaskan bahwa program ini menyasar berbagai lapisan usia, mulai dari siswa sekolah dasar hingga lansia. Di bidang kesehatan dasar, para mahasiswa menggelar edukasi personal hygiene di SD Negeri 6 Meureudu.

“Kami memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan, kaki, dan mulut, serta cara menjaga imunitas tubuh. Agar menarik bagi siswa kelas I–III, materi disampaikan melalui video interaktif, demonstrasi langsung, dan permainan edukatif,” ujar Salwa.

Tak hanya fisik, kesehatan mental anak-anak pascabencana juga menjadi prioritas. Melalui pendekatan psikososial seperti menggambar ekspresi, mendongeng, dan permainan kelompok, tim melakukan trauma healing. Kegiatan ini dirancang untuk membantu anak-anak menyalurkan emosi negatif dan memulihkan rasa aman setelah mengalami trauma bencana banjir.

Sementara bagi kelompok lansia dan ibu-ibu kader, tim memberikan edukasi penyakit degeneratif dan kronis, mulai dari Diabetes Melitus, Gastritis, Infeksi Saluran Kemih, hingga Gout Arthritis (asam urat), lengkap dengan manajemen pola makan sehat.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, mahasiswa USK menghidupkan kembali potensi desa melalui revitalisasi sistem pertanian hidroponik. Program ini diawali dengan gotong royong membersihkan area budidaya dan dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang dipandu langsung oleh pakar dari Fakultas Pertanian USK, Dr. Ir. Jumadil Akhir, ., ., IPM.

Warga diperkenalkan pada berbagai inovasi sistem pertanian efisien seperti wick system, deep water culture (DWC), drip irrigation, hingga bioponik. Tak berhenti pada produksi, mahasiswa juga membekali warga dengan keterampilan desain kemasan produk guna meningkatkan nilai jual dan pendapatan masyarakat desa.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ns. Jufrizal, ., ., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Hibah Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

“Kegiatan ini adalah laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk menumbuhkan empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Kami berharap program ini memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat Pidie Jaya,” ungkap Ns. Jufrizal.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa sebagai agent of change diharapkan mampu meninggalkan jejak kemandirian bagi Desa Manyang Cut, sehingga masyarakat lebih tangguh dalam menghadapi tantangan di masa depan. []