Tiongkok–Vietnam “3+3”: Inovasi yang Mendorong Pembentukan Komunitas dengan Masa Depan Bersama di Kawasan

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Sejak 15 Maret, pertemuan tingkat menteri perdana dalam mekanisme Dialog Strategis “3+3” antara Tiongkok dan Vietnam yang melibatkan kementerian luar negeri, pertahanan, dan keamanan publik resmi dimulai di Vietnam. Agenda dialog mencakup keamanan Politik kedua negara, kerja sama pemberantasan kejahatan, kerja sama pertahanan, serta dinamika regional dan internasional. Ini merupakan mekanisme “3+3” pertama yang dibangun masing-masing pihak di tingkat global, sehingga memiliki arti penting sebagai inovasi kelembagaan yang bersifat bersejarah dan mencerminkan tingginya level serta sifat strategis hubungan kedua partai dan kedua dan Vietnam merupakan dua negara penting di Asia, sekaligus tetangga dekat yang memiliki arti strategis satu sama lain.

Hubungan Tiongkok dan Vietnam ibarat dua negara yang bertetangga dekat, terhubung oleh bentang alam dan sejarah panjang. Hubungan kedua negara pernah mengalami banyak masa gemilang, meskipun juga pernah menghadapi kemunduran serius. Namun secara keseluruhan, hubungan bilateral tetap menunjukkan tren perkembangan yang stabil. Sejak memasuki abad baru, kedua pihak saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti dan perhatian utama masing-masing, serta memainkan peran positif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Perkembangan ini juga mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional.

Pembentukan mekanisme “3+3” akan membantu memperkokoh hubungan antara kedua partai dan kedua negara, sekaligus mendorong pembangunan komunitas dengan masa depan bersama di kawasan.

Mekanisme Dialog Strategis “3+3” antara Tiongkok dan Vietnam dibentuk di bawah kepemimpinan Komite Sentral PKT dengan Xi Jinping sebagai intinya, dengan arahan strategis dari para pemimpin kedua negara, serta melalui upaya bersama kedua pihak. Mekanisme ini dibangun berdasarkan konsensus penting para pemimpin kedua negara dan tuntutan untuk terus meningkatkan kualitas hubungan kemitraan kerja sama strategis komprehensif Tiongkok–Vietnam. Karena itu, mekanisme ini menjadi sorotan baru sekaligus penanda baru dalam hubungan bilateral, dan menandai masuknya hubungan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok–Vietnam ke tahap perkembangan yang baru.

Pembentukan mekanisme “3+3” juga akan membantu mengoptimalkan keunggulan masing-masing pihak dan mendukung perdamaian serta stabilitas kawasan.

Tiongkok dan Vietnam sama-sama merupakan negara berkembang yang memiliki kepentingan bersama yang luas dalam urusan regional dan internasional. Dengan membangun mekanisme “3+3”, kedua negara dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi di bidang keamanan politik, pemberantasan kejahatan lintas batas, serta kerja sama pertahanan. Langkah ini akan mendukung upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penanganan tantangan global seperti pandemi dan perubahan iklim.

Saat ini, perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir masih berlangsung, sementara dampak krisis kesehatan global juga terus beririsan dengan dinamika geopolitik internasional. Situasi internasional tetap kompleks dan penuh tantangan. Dalam konteks ini, penguatan komunikasi strategis dan koordinasi antara Tiongkok dan Vietnam akan membantu menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, menegakkan keadilan dan fairness internasional, serta mendorong pembentukan hubungan internasional tipe baru dan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia. Secara khusus, pembentukan mekanisme Dialog Strategis “3+3” Tiongkok–Vietnam merupakan langkah penting kedua pihak untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan, serta memiliki arti strategis bagi keamanan kawasan.

Tulisan ini merupakan hasil tahap tertentu dari proyek besar Dana Ilmu Sosial Nasional bertajuk Penelitian Pemikiran Diplomasi Xi Jinping.

Selain itu, pembentukan mekanisme “3+3” juga membuka ruang untuk mengeksplorasi pola baru kerja sama Tiongkok–Vietnam dan menciptakan babak baru diplomasi negara besar dengan karakteristik Tiongkok. Dalam konteks penanganan tantangan global, kedua negara akan memperkuat koordinasi di bawah kerangka dialog strategis “3+3”, memperdalam kerja sama di berbagai bidang, serta mendorong perkembangan hubungan bilateral dan stabilitas regional. Para pemimpin kedua negara juga menyatakan komitmen untuk bersama-sama mendorong agar mekanisme “3+3” menghasilkan lebih banyak capaian substantif pada tahun ini, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan hubungan Tiongkok–Vietnam yang berkualitas tinggi, pembentukan komunitas dengan masa depan bersama di kawasan, dan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Saat ini, situasi internasional tengah berada pada fase krusial dari perubahan besar yang belum pernah terjadi dalam satu abad terakhir. Menghadapi dinamika global yang rumit, penguatan koordinasi dan kerja sama di berbagai bidang antara kedua partai dan kedua negara dalam kerangka mekanisme “3+3” diyakini akan mendorong hubungan Tiongkok–Vietnam ke tingkat yang lebih tinggi, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan dunia.

Pembentukan mekanisme “3+3” juga berkontribusi pada pemeliharaan dan peningkatan keamanan serta stabilitas kawasan. Saat ini, situasi keamanan di wilayah perbatasan Tiongkok–Vietnam pada umumnya stabil, meskipun kedua pihak tetap berpotensi menghadapi intervensi dan infiltrasi dari kekuatan eksternal. Dengan adanya mekanisme Dialog Strategis “3+3”, kedua pihak akan lebih mampu menjalankan kerja sama erat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan perbatasan. Melalui pertemuan berkala dan komunikasi yang tepat waktu, kedua negara dapat meningkatkan efektivitas pemberantasan kejahatan lintas batas, kelompok kriminal, dan organisasi teroris yang mengancam keamanan perbatasan, sehingga perdamaian dan ketertiban di wilayah perbatasan kedua negara dapat terus terjaga.