Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH -Lonjakan harta kekayaan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata yang juga putri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Zita Anjani dalam dua tahun terakhir menjadi perhatian publik karena mengalami lonjakan hingga seribu persen.

Berdasarkan penelusuran RMOL pada data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, 16 Juni 2026, saat masih menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2023, Zita melaporkan total kekayaan hanya sebesar (Rp9,16 miliar).

Namun pada laporan periodik 2025 setelah menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, total kekayaannya melonjak menjadi (Rp109,32 miliar).

Artinya, hanya dalam kurun waktu dua tahun, harta Zita bertambah (Rp100,16 miliar).

Kenaikan tersebut tergolong sangat fantastis. Sebab, total kekayaan Zita meningkat lebih dari sebelas kali lipat atau sekitar persen dibandingkan posisi pada 2023.

Bahkan sebelum laporan periodik 2025 diterbitkan, Zita telah melaporkan kekayaan sebesar (Rp47,65 miliar) saat awal menjabat Utusan Khusus Presiden pada November 2024. Hanya dalam hitungan bulan, jumlah tersebut kembali melonjak menjadi (Rp89,75 miliar) pada laporan akhir 2024 dan kemudian menembus Rp109,3 miliar pada laporan periodik 2025. Data tersebut menunjukkan tren kenaikan yang sangat tajam dalam waktu relatif singkat.

Dokumen LHKPN 2025 menunjukkan aset terbesar Zita berasal dari tanah dan bangunan sebanyak 8 bidang senilai (Rp52,29 miliar) yang tersebar di Depok, Lampung Selatan, dan Jakarta Timur.

Selain itu, Zita juga melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp4,403 miliar, di antaranya Toyota Alphard tahun 2014, Lexus LM350H tahun 2023, serta Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2021.

Tak hanya itu, Zita tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar (Rp32,3 miliar). Sementara surat berharga yang dimiliki mencapai (Rp11,88 miliar), dan kas serta setara kas sebesar Rp6 miliar. Dalam laporan tersebut juga tercatat harta lainnya senilai (Rp2,44 miliar).

Menariknya, seluruh kekayaan tersebut dilaporkan tanpa utang, sehingga nilai aset yang tercatat langsung menjadi total kekayaan bersih sebesar (Rp109,32 miliar)