Camat Blang Bintang Apresiasi Pelatihan Kader Kesehatan oleh Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

ACEH BESAR — Camat Blang Bintang, Subhan, SE., MM, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melalui pelatihan kader kesehatan bertajuk “Inisiasi Pembentukan Seuramoe Inong Aceh: Wadah Skrining Penyakit Penyerta Masa Menopause“.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 24–25 Juni 2026, di Aula Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, dan diikuti oleh 20 kader kesehatan yang mewakili 20 desa di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Juliastuti, dengan anggota tim Fithriany, Cut Yuniwati, Nurbaiti, dan Burdah.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan skrining kesehatan sederhana, khususnya untuk deteksi dini penyakit penyerta pada perempuan yang memasuki masa menopause, melalui wadah pemberdayaan masyarakat bernama Seuramoe Inong Aceh.

Kegiatan dibuka oleh Camat Blang Bintang, Subhan, yang didampingi Kepala Puskesmas Blang Bintang, Teuku Muhammad Jakfar, MM.

Dalam sambutannya, Subhan menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Aceh atas pelaksanaan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa, sehingga peningkatan kapasitas mereka dalam mendeteksi dini masalah kesehatan menjadi langkah penting bagi pembangunan kesehatan masyarakat.

“Kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi dan layanan kesehatan. Kegiatan seperti ini kami apresiasi karena memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di desa masing-masing,” ujar Subhan.

Kepala Puskesmas Blang Bintang, Teuku Muhammad Jakfar, menyambut positif terpilihnya Puskesmas Blang Bintang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Ia menilai program ini bermanfaat bagi peningkatan kapasitas kader kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Terpilihnya Puskesmas Blang Bintang sebagai lokasi pengabdian masyarakat ini merupakan sebuah kehormatan, sekaligus peluang untuk meningkatkan kompetensi kader kesehatan di wilayah kerja kami. Semoga kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Jakfar.

Ia menambahkan, Puskesmas Blang Bintang berkomitmen mendukung keberlanjutan program Seuramoe Inong Aceh, antara lain melalui pendampingan kader, pelaksanaan skrining kesehatan, serta penguatan sistem rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lebih lanjut.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan wadah Seuramoe Inong Aceh, pemahaman tentang masa menopause, skrining keluhan menopause, edukasi gaya hidup sehat, serta alur rujukan dan kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Selain disampaikan oleh tim pengabdian Poltekkes Kemenkes Aceh, sebagian materi juga diberikan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Blang Bintang sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan layanan kesehatan setempat.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik simulasi terpadu. Pada sesi tersebut, peserta dilatih melakukan pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar perut, serta wawancara keluhan menopause menggunakan daftar pertanyaan terstruktur hingga penentuan tindak lanjut hasil skrining. Melalui pelatihan ini, kader diharapkan dapat melakukan skrining kesehatan sederhana secara mandiri dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan puskesmas dalam upaya deteksi dini masalah kesehatan.

Ketua tim pengabdian, Juliastuti, menjelaskan bahwa pembentukan Seuramoe Inong Aceh merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan kesehatan perempuan, khususnya pada masa menopause. Wadah ini diharapkan menjadi sarana edukasi, skrining dini, dan pendampingan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat desa.

“Melalui pelatihan ini, kader kesehatan diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pelaksanaan skrining kesehatan di masyarakat, serta berkolaborasi dengan puskesmas untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan pada masa menopause,” kata Juliastuti.

Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Aceh menunjukkan komitmennya menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dukungan dari pemerintah kecamatan, puskesmas, dan kader kesehatan menjadi modal penting dalam mewujudkan program kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Besar. (*)