Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 Perebutkan Hadiah Rp40 Juta, Diikuti Penghobi Burung dari Berbagai Daerah

BANDA ACEH – Komunitas pecinta burung berkicau dari berbagai daerah mengikuti ajang Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 yang digelar di Lapangan Golden King, Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).
Lomba yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu menawarkan total hadiah sebesar Rp40 juta. Selain menjadi ajang adu kualitas burung berkicau, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarkomunitas kicau mania serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Berbagai kelas diperlombakan dalam kompetisi tersebut, di antaranya Kapas Tembak Kelas Kasie, Murai Batu Kelas Kabag A, Kacer Kelas Kabag, Konin Kelas Kasat A, Murai Batu Kelas Kapolresta, Love Bird Kelas Kasat A, Kenari Kelas Kasat A, Murai Batu Kelas Waka, Love Bird Kelas Kasat B, Konin Kelas Kasat B, Kacer Kelas Kasat, Kenari Kelas Kasat B, dan Murai Batu Kelas Kasat B.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Andi Kirana, mengatakan panitia sebelumnya telah mengundang para penghobi burung untuk menampilkan burung terbaik mereka dan bersaing secara sportif di hadapan dewan juri yang berpengalaman.
Menurutnya, atmosfer kompetisi yang sehat, hadiah yang menarik, serta kemeriahan acara menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan perlombaan.
“Selain memperebutkan gelar juara, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan kecintaan terhadap dunia burung berkicau, serta memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan,” kata Andi Kirana.
Ia menambahkan, Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan tersebut, Polresta Banda Aceh ingin menghadirkan ruang silaturahmi bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.
Dengan total hadiah mencapai Rp40 juta, ajang ini menjadi salah satu perlombaan burung berkicau yang menarik perhatian komunitas kicau mania di Aceh sekaligus diharapkan dapat mendorong geliat ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.[]