AMAN Aceh Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas, Perdamaian Jadi Pilar Persatuan Nasional

BANDA ACEH — Koordinator Wilayah Aceh Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN), Syafyuzal Helmi, mengimbau seluruh masyarakat Aceh menjaga kondusivitas daerah menyusul dinamika dan kericuhan yang sempat terjadi dalam peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Syafyuzal menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut. Menurutnya, momentum Hari Damai Aceh seharusnya menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen untuk menjaga perdamaian yang telah diperoleh Aceh melalui Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki.

“Hari Damai Aceh seharusnya menjadi wadah pemersatu, tempat kita merawat ingatan dan bersyukur atas hadirnya ketenangan di tanah kelahiran kita. Kami dari AMAN mengimbau seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa Aceh untuk tidak terprovokasi oleh insiden yang ada. Mari kita kedepankan dialog dan persatuan,” ujar Syafyuzal Helmi di Banda Aceh.

Ia menilai perdamaian Aceh merupakan sejarah penting yang harus dijaga secara bersama-sama. Karena itu, setiap perbedaan pandangan hendaknya disikapi dengan kepala dingin dan mengedepankan dialog.

AMAN Aceh juga menyerukan masyarakat untuk menolak segala bentuk provokasi, memperkuat nilai-nilai perdamaian, serta menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Syafyuzal menegaskan, kondusivitas Aceh tidak hanya penting bagi keberlangsungan pembangunan daerah, tetapi juga memiliki kaitan dengan stabilitas dan persatuan nasional.

“Perdamaian di Aceh merupakan pilar penting bagi stabilitas dan persatuan nasional. Karena itu, mari kita rawat bersama agar Aceh tetap aman, bermartabat, dan mampu berkembang,” katanya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat dapat duduk bersama menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog serta tetap menjaga Aceh dalam suasana damai dan kondusif.[]