Susanah Ternyata Penjahit Kain Majun Berupah Rp14 Ribu per Hari

BOGOR — Sosok Susanah (38), warga Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi perbincangan publik nasional.
Namanya disorot setelah disebut oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah fantastis mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Namun, penelusuran lapangan serta publikasi resmi mengonfirmasi adanya kekeliruan data mengenai profesi maupun besaran penghasilan yang diterima oleh Susanah.
Fakta Profesi dan Penghasilan Asli
Berdasarkan keterangan keluarga dan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Susanah sebenarnya bekerja sebagai buruh jahit kain majun (kain perca untuk lap pembersih) lepas, bukan pengupas bawang.
Upah yang diterima Susanah dari pekerjaan menjahit tersebut adalah Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu.
Dengan rata-rata pengerjaan sekitar 20 kilogram kain per hari sejak pagi hingga siang, Susanah umumnya mengantongi pendapatan bersih sekitar per hari.
“Di sini dari ujung sana keluarga semua. Ya semuanya sama sih di menjahit gini. Kalau saya sendiri bagian menyusunnya,” ujar Wina, kakak ipar Susanah, saat menjelaskan mata pencaharian keluarga mereka di Cileungsi, Bogor.
Untuk menopang perekonomian keluarga, Susanah juga melakoni pekerjaan ganda.
Sejak pukul WIB, ia bekerja sebagai petugas pencuci ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, suaminya bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Perjuangan Demi Pendidikan Anak
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan mendiami rumah sederhana, Susanah dan suaminya berkomitmen kuat agar ketiga anak mereka dapat terus mengenyam pendidikan dan tidak mengalami putus sekolah.
“Sekolah pokoknya penting buat anak. Dari mana jalannya, meskipun utang-utang, tetap sekolah. Biar dapat ijazah, biar enak ngelamar kerjanya,” tutur Susanah.
Saat ini, ketiga anak Susanah masing-masing telah lulus SMA, duduk di bangku SMP, dan SD.
Keluarga ini juga tercatat aktif sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta Program Indonesia Pintar (PIP).
Respon Istana Negara
Terkait adanya perbedaan data mengenai nominal upah serta latar belakang profesi Susanah yang disampaikan dalam agenda kenegaraan tersebut, pihak Istana menyatakan akan melakukan penelusuran ulang.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah akan memverifikasi rincian data tersebut sebelum memberikan klarifikasi resmi kepada publik.
“Nanti kita cek ya. Kalau detailnya kita cek,” kata Prasetyo Hadi di Istana Negara, Jakarta.
Kehadiran Susanah di gedung parlemen sebenarnya dihadirkan sebagai contoh nyata dari efisiensi digitalisasi pendaftaran bantuan sosial (bansos) dan program jaminan sosial pemerintah agar tepat sasaran serta bermartabat bagi masyarakat kurang mampu.