4 Hari Menghilang Usai Anak Buah Ditangkap KPK, Nusron Wahid Akhirnya Muncul ke Publik

Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

BANDA ACEH – Setelah hilang empat hari karena anak buah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid untuk pertama kalinya muncul di publik.

Diketahui KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka atas korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Empat di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Mereka adalah Arif Sugiyanto (ARF), Fahd El Fouz (FEZ), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF).

Nusron Wahid pun sempat menghilang usai operasi tangkap tangan (OTT) Senin (14/9/2026).

Bahkan Nusron Wahid tak hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR RI di hari yang sama saat OTT KPK.

Nusron Wahid mengomentari penangkapan orang terdekatnya oleh KPK.

Nusron menghormati proses pengungkapan korupsi tersebut. Bahkan Nusron berjanji Kementerian ATR/BPN akan kooperatif dengan KPK.

“Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini,” kata politisi Partai Golkar itu di Kantor Kementerian ATR/BPN Jakarta Selatan, Jumat (18/09/2026) seperti dimuat .

Nusron juga mengaku tidak tahu soal duduk perkara sengketa yang menyangkut pengembang raksasa tanah air, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

“Enggak tahu,” kata Nusron.

Ditanya soal kabar ia sempat menghilang saat kasus ini mencuat dan mengundurkan diri, Nusron hanya menjawab dengan gurauan.

Ia juga nampak mengikuti ibadah salat Jumat di kantornya seperti biasa.

“Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?,” ucap dia seraya tersenyum tipis.

Nusron mengatakan kinerja Kementerian ATR/BPN tetap berjalan seperti biasa. “Insya Allah tidak terganggu. Kami minta tetap solid, pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan,” kata Nusron.