New York Geger: Koper Mencurigakan Ditemukan Dekat Markas PBB saat Trump dan Presiden Iran Hadiri Majelis Umum

New York Geger: Koper Mencurigakan Ditemukan Dekat Markas PBB saat Trump dan Presiden Iran Hadiri Majelis Umum

BANDA ACEH – Kota New York sempat diliputi ketegangan Selasa (22/9) sore waktu setempat setelah koper hitam tanpa pemilik ditemukan di trotoar dekat Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Insiden itu terjadi di tengah Sidang Majelis Umum PBB ke-81, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru saja berpidato dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba di kota itu.

Koper itu ditemukan sekitar pukul di persimpangan East 43rd Street dan Third Avenue, dekat Gedung Chrysler dan hanya dua avenue dari markas PBB.

Anjing pelacak Kepolisian New York (NYPD) mendeteksi sesuatu di dalam koper tersebut. Unit layanan darurat dan skuad bom segera dikerahkan.

Jalan 42nd, 43rd, dan 44th Street antara Second Avenue dan Lexington Avenue ditutup. Gedung Chrysler dievakuasi sebagian sebagai langkah pencegahan.

Setelah pemeriksaan sekitar 90 menit, polisi menyatakan paket itu tidak mencurigakan dan tidak mengandung ancaman.

“The package has been cleared and deemed to not be suspicious,” tulis NYPD. Tidak ada korban luka.

Secret Service menyatakan item tersebut tidak membahayakan publik dan area segera dibuka kembali.

Beberapa laporan menyebutkan konvoi Trump meninggalkan kompleks PBB sekitar waktu yang sama.

Namun pihak berwenang tidak secara resmi mengonfirmasi bahwa kepergian itu merupakan evakuasi darurat terkait koper tersebut.

Keamanan di kawasan itu memang sudah sangat ketat karena kehadiran puluhan kepala negara.

Trump berpidato Selasa dan menyampaikan ultimatum keras kepada Iran di tengah perang yang sudah berlangsung sekitar tujuh bulan.

Pezeshkian, yang memimpin delegasi inti Iran, dijadwalkan menyampaikan pidato Rabu (23/9).

Delegasi Iran mendapat pembatasan ketat: pergerakan terbatas dan dilarang belanja barang mewah.

Insiden koper ini menambah suasana waspada di Manhattan selama Pekan Tingkat Tinggi PBB. Warga dan pekerja di kawasan Midtown East sempat diimbau menjauh dari jendela.

Lalu lintas terganggu beberapa jam.

Polisi menekankan langkah tersebut diambil karena kehati-hatian tinggi selama Sidang Umum.

Hingga Rabu pagi, tidak ada indikasi ancaman lanjutan terkait koper itu.

Sidang PBB berlanjut sesuai jadwal.