Ada Cacing Menari-nari di Menu MBG Siswa Pati, Kepsek Buka Suara

Ada Cacing Menari-nari di Menu MBG Siswa Pati, Kepsek Buka Suara

BANDA ACEH  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati tercoreng setelah beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan seekor cacing merah yang menari-nari di dalam ompreng menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), insiden mengejutkan ini terjadi di salah satu sekolah di Kabupaten Pati. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat sebuah wadah ompreng yang berisi potongan sayuran menyerupai labu siam.

Namun, perhatian tertuju pada sudut salah satu sekat ompreng. Di mana tampak jelas seekor ulat berwarna merah sedang bergerak-gerak di dekat sisa potongan makanan. Perekam video terkejut sekaligus melayangkan protes atas kualitas makanan tersebut.

“Tolong ya, ini apaan? Ini apaan?” ujarnya. Ironisnya, perekam dan suara lain di sekitarnya juga melontarkan sindiran sarkastik yang merujuk pada nama program makanan tersebut, “Wah, bergizi… Wah, bergizi.”

Sementara itu, salah satu guru di sana yang enggan disebut namanya membenarkan. Menu makan siang itu kedapatan ada ulatnya. “Iya tadi. Ada cacingnya,” paparnya.

Tak semua menu ada ulatnya. Hanya satu menu untuk salah satu siswa di sana.

“Ketemunya satu saja. Tidak ada yang lain,” imbuhnya.

Untungnya, tak ada siswa yang keracunan di sana. Namun, setelah insiden itu MBG itu tak jadi disantap. Siswa lain juga. “Jadinya pada tidak dimakan. Saya juga tidak makan,” tandasnya.

Kepsek Buka Suara

Terkait ini, Kepala MAN 1 Pati Moh. Kodri membenarkan bahwa cacing air ditemukan pada satu porsi menu MBG. Pihak sekolah kemudian melakukan konfirmasi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan tersebut.

“Mohon maaf, ini sudah kami konfirmasikan ke SPPG-nya. Dan begitu mengetahui, langsung kami larang siswa yang bersangkutan untuk makan,” katanya dikutip Jumat (25/9).

Kodri memastikan, makanan yang terdapat cacing air tersebut tidak dikonsumsi oleh siswa. Temuan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak SPPG untuk ditindaklanjuti.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab cacing air tersebut dapat ditemukan dalam makanan. Belum diketahui pula apakah ada pemeriksaan lebih lanjut terhadap menu maupun bahan makanan yang digunakan