Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

BANDA ACEH -Bergabungnya Joko Widodo ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) belum otomatis membuat elektoral partai berlambang Gajah besutan Kaesang Pangarep itu melonjak.
Menurut Pengamat Politik Hendri Satrio alias Hensa, masih ada berbagai kalkulasi Politik lain yang perlu diperhitungkan.
“PSI pasti akan diuntungkan dengan itu, tapi apakah kemudian PSI bisa melonjak dengan hadirnya Jokowi? Ya, kita mesti ada hitung-hitungan politik lain,” kata Hensa, Rabu, 30 September 2026.
Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu kemudian mengaitkan langkah politik Jokowi dengan sejumlah isu yang menyentuh dirinya maupun putranya, Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat Wakil Presiden RI.
Menurut dia, situasi tersebut dapat memunculkan pertanyaan bagi Jokowi mengenai relasinya dengan kekuatan politik yang selama ini berada di sekitarnya.
“Kok bergulir ya kasus ini? Kok enggak ditahan ya? Kok double attack ya? ‘Ke saya juga, ke anak saya juga. Kok didiamkan ya? Kok gue enggak dibelain ya?’ Dia diserang, merasa diserang menurut saya,” ujar Hensa.
Hensa menekankan langkah Jokowi gabung PSI belum dapat dimaknai sebagai tanda berpisah jalan dengan Presiden Prabowo Subianto. Dia justru melihat Jokowi mulai membangun jalur politiknya sendiri di tengah dinamika politik yang berkembang belakangan ini.
“Belum saatnya Jokowi dan Prabowo bermusuhan. Tapi dengan adanya isu threshold kemarin, kemudian MK tentang Gibran, saya rasa dia mulai menyadari,” kata dia.