Bupati Pidie Jaya Lantik Pengurus Bamus Pijay Jabodetabek 2026-2030

BANDA ACEH, JAKARTA — Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi melantik Ketua Umum beserta jajaran pengurus Badan Musyawarah Pidie Jaya (Bamus Pijay) Jabodetabek periode 2026-2030 di Gedung Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).
Pelantikan digelar bersamaan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dihadiri ratusan masyarakat serta tokoh asal Pidie Jaya dan Aceh yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Pengurus yang dilantik terdiri atas Ketua Umum Bamus Pijay Said Malawi, Ketua Harian Adnan Mahmud, Sekretaris Umum T. Iskandar Jakfar, Bendahara Umum Sulhan Ibrahim, serta jajaran pengurus harian.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi mengajak pengurus Bamus Pijay berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Bamus Pijay sebagai wadah perkumpulan tokoh dan masyarakat Pidie Jaya dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi harus mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Sibral mengatakan Pemkab Pidie Jaya saat ini masih fokus pada pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terus berjalan. Ia memastikan bantuan sosial dari pemerintah pusat mulai diterima masyarakat terdampak.
Pada tahap pertama, Pemkab Pidie Jaya mengajukan bantuan untuk sekitar kepala keluarga (KK) terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar KK telah menerima bantuan.
“Alhamdulillah hari ini sudah diterima bantuan semua oleh masyarakat Pidie Jaya KK. Masih tersisa KK lagi,” katanya.
Sibral menjelaskan bantuan untuk KK tersebut belum disalurkan karena anggarannya belum dikirimkan oleh pemerintah pusat.
“Kenapa belum dikirim? Nanti kita akan tanyakan kembali kepada Pak Menteri,” ujarnya.
Selain menyelesaikan penyaluran bantuan tahap pertama, Pemkab Pidie Jaya juga akan mengajukan bantuan tahap kedua yang diperkirakan mencakup sekitar KK.
Sibral mengatakan berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, jumlah masyarakat Pidie Jaya mencapai sekitar KK. Dengan penyaluran bantuan tahap pertama dan rencana tahap kedua, sekitar 80 persen masyarakat diperkirakan akan menerima bantuan.
“Jadi akhirnya lebih kurang 80 persen masyarakat akan menerima bantuan,” katanya.
Sibral menegaskan pengajuan bantuan dilakukan berdasarkan data korban bencana yang telah diverifikasi hingga tingkat desa. Data tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengusulkan penerima bantuan kepada pemerintah pusat.
“Data tersebut semuanya diverifikasi dari tingkat desa, bukan data yang diberikan oleh pemerintah daerah lalu pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain bantuan sosial, Sibral mengharapkan dukungan masyarakat Pidie Jaya yang berada di Jabodetabek untuk membantu pemerintah daerah dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurutnya, masyarakat Pidie Jaya di perantauan memiliki kapasitas dan pengalaman yang dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kita boleh berada jauh dari kampung halaman, tetapi kami sangat membutuhkan sumbangan pemikiran dan dukungan dari Bapak-Ibu sekalian yang ada di Ibu Kota,” kata Sibral.
Sementara itu, Ketua Umum Bamus Pidie Jaya, Said Malawi, menekankan pentingnya persatuan, saling menghargai, dan kontribusi pengurus dalam memperkuat organisasi paguyuban masyarakat Pidie Jaya di Jabodetabek.
Said mengatakan kekuatan organisasi sangat bergantung pada kemampuan anggotanya menjaga kebersamaan. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi salah satu kunci untuk membangun persatuan.
“Kalau kata orang Inggris, attitude is everything. Jadi yang pertama-tama kita tanamkan, jangan sering menjauhkan, tetapi sering menghargai,” kata Said.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi nyata pengurus ketika masyarakat Pidie Jaya menghadapi persoalan di daerah. Menurut Said, pengurus Bamus Pijay harus memiliki kepedulian dan ikut membantu daerah asal sesuai kemampuan.
“Kita selalu bahu-membahu. Bahkan waktu banjir kemarin, saya sendiri turun tangan ke daerah,” katanya.
Ketua Panitia Pelantikan Pengurus Bamus Pijay dan Maulid Nabi Muhammad, Adnan Mahmud, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan masyarakat Pidie Jaya.
Adnan mengatakan masyarakat Pidie Jaya yang berada di perantauan memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong kemajuan daerah asal.
“Kita ingin Pidie Jaya menjadi daerah yang maju, berkembang dengan baik,” kata Adnan.
Menurutnya, Bamus Pijay memiliki banyak sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi organisasi dan daerah.
“Bamus Pijay punya orang-orang hebat dan kompeten,” ujarnya.[]