Peta Politik Keluarga Jokowi Berubah Usai MK Bacakan Putusan Gibran

Peta Politik Keluarga Jokowi Berubah Usai MK Bacakan Putusan Gibran

BANDA ACEH -Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka berpotensi mengubah peta keberlanjutan pengaruh Politik keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa memandang, putusan MK terkait syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka berpotensi membuat keberlanjutan pengaruh politik keluarga Joko Widodo semakin bertumpu pada Kaesang Pangarep.

“Yang perlu dilihat bukan hanya posisi Gibran sekarang, tetapi juga peluang politiknya ke depan. Persoalan yang muncul dalam pertimbangan MK ini berpotensi kembali menjadi pembicaraan ketika dia mengambil langkah politik berikutnya. Dalam situasi seperti itu, saya melihat kemungkinan Jokowi lebih mengandalkan Kaesang, meskipun belum tentu perjalanan politik Gibran berhenti,” ujar Hensa, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dalam putusannya, MK menyatakan permohonan terkait syarat pendidikan Gibran tidak dapat diterima karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Mahkamah tidak membatalkan atau mendiskualifikasi Gibran dari jabatannya sebagai wakil presiden.

Namun, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran dengan tamat SMA atau sederajat.

Hensa menilai perkembangan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan arah dukungan politik keluarga Jokowi. Meski demikian, ia tidak melihat kemungkinan menguatnya posisi Kaesang sebagai sesuatu yang otomatis menjamin keberhasilan politik.

“Kaesang memiliki kesempatan membangun dukungan melalui partai, dan keberadaan Jokowi di PSI tentu menjadi modal politik. Tetapi, kedekatan dengan Jokowi dan penerimaan pemilih terhadap Kaesang merupakan dua hal yang berbeda. Kita masih perlu melihat sejauh mana Kaesang bisa mengembangkan dukungan itu menjadi kekuatan politik yang juga bertumpu pada kemampuan dan kepemimpinannya sendiri,” jelas Hensa.

Namun, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai kemungkinan menguatnya posisi Kaesang perlu dilihat bersamaan dengan kelanjutan karier politik Gibran, yang telah mencapai jabatan wakil presiden.

“Kalau harapan politik Jokowi sekarang tinggal di Kaesang, pertanyaannya, memangnya Gibran rela? Dia sudah menjadi wakil presiden, belum tentu ingin perjalanan politiknya berhenti sampai di situ,” ujar Hensa.

“Jadi, ketika adiknya lebih diandalkan untuk meneruskan pengaruh politik keluarga, kita belum tahu apakah Gibran bersedia menepi atau tetap ingin menjadi orang yang membawa harapan itu,” pungkas Hensa.