Bau Busuk dari Gedung SPPG Kendal Bikin Geger, Warga Tak Menyangka Ada Mayat Terborgol

Bau Busuk dari Gedung SPPG Kendal Bikin Geger, Warga Tak Menyangka Ada Mayat Terborgol

BANDA ACEH  – Bau busuk dari gedung SPPG di Kendal bikin geger warga. Tak disangka, jasad perempuan ditemukan terborgol di teralis jendela dengan luka fatal di kepala.

Bau busuk yang tercium dari sebuah gedung kosong di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berujung pada penemuan jasad perempuan dalam kondisi mengenaskan.

Korban bernama Donna Azulul Aditya ditemukan meninggal dunia dengan borgol yang masih terpasang di teralis jendela bangunan yang disewa oleh Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Informasinya kemudian ramai beredar di media sosial pada Jumat, 9 Oktober 2026, dan mengundang perhatian publik.

Awalnya, keberadaan jasad Donna terungkap setelah muncul aroma tidak sedap dari bangunan tersebut.

Bau busuk yang tercium di sekitar lokasi menjadi petunjuk awal hingga akhirnya ditemukan jasad perempuan yang sudah tak bernyawa.

Kondisi korban saat ditemukan sontak menjadi sorotan.

Donna dilaporkan berada di dekat teralis jendela dengan borgol masih terpasang.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Informasi mengenai penemuan jasad ini salah satunya dibagikan melalui akun X @serabutannn pada 9 Oktober 2026.

Kasus tersebut juga diberitakan dengan mengutip informasi mengenai penemuan mayat terborgol di gedung SPPG.

Donna diketahui berasal dari Kampung Karangsari, Kendal.

Sementara itu, bangunan tempat jasadnya ditemukan merupakan gedung kosong yang disewa oleh Yayasan SPPG.

Bukan cuma kondisi korban yang ditemukan dengan borgol, penyebab kematiannya juga menjadi perhatian.

Berdasarkan informasi yang diberitakan, hasil autopsi menunjukkan bahwa Donna meninggal dunia akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci benda yang digunakan, waktu terjadinya kekerasan, maupun bagaimana rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.

Kondisi Donna saat ditemukan juga belum cukup untuk menjelaskan siapa yang memasang borgol atau apa yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Sejumlah pertanyaan pun masih membutuhkan jawaban.

Bagaimana korban bisa berada di gedung kosong itu? Apakah ada orang yang terakhir kali bertemu dengannya? Lalu, sejak kapan korban berada di lokasi sebelum jasadnya ditemukan?

Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan hasil penyelidikan lebih lanjut.

Tanpa keterangan resmi yang lengkap, dugaan mengenai pelaku maupun motif kejadian belum bisa dipastikan.

Lokasi penemuan jasad Donna turut menarik perhatian karena berada di bangunan yang disewa oleh Yayasan SPPG.

Meski begitu, fakta mengenai lokasi penemuan tidak otomatis menunjukkan keterlibatan yayasan dalam peristiwa kematian tersebut.

Hubungan korban dengan bangunan itu, aktivitas yang berlangsung di lokasi, serta pihak-pihak yang terakhir berada di sana masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Kasus ini juga menjadi perbincangan warganet setelah informasi penemuan mayat terborgol beredar luas di media sosial.