Houthi Serang Arab Saudi: Pesawat Saudia Terbakar di Bandara Riyadh

BANDA ACEH -Eskalasi perang Yaman mulai mengancam aktivitas penerbangan dan fasilitas vital Arab Saudi.
Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran tidak hanya menewaskan tiga orang dalam sepekan terakhir, tetapi juga menyebabkan sebuah pesawat milik maskapai nasional Saudia Airlines terbakar saat terparkir di Bandara Riyadh, Kamis, 8 Oktober 2026, waktu setempat.
Menurut tiga sumber yang mengetahui insiden tersebut, pesawat mengalami kerusakan parah setelah terkena serpihan serangan atau proyektil lain. Belum diketahui secara pasti apakah ada korban luka. Namun, pesawat itu diyakini tidak membawa penumpang saat kejadian. Rekaman yang diverifikasi Reuters memperlihatkan asap hitam tebal dan kobaran api membubung dari area bandara.
Houthi mengklaim telah menyerang Bandara Riyadh dan memperingatkan para pekerja agar menjauhi fasilitas energi yang mereka sebut sebagai target berikutnya. Secara terpisah, pejabat Arab Saudi menyatakan serpihan rudal yang berhasil dicegat menghantam sebuah taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.
Serangan tersebut turut mengganggu penerbangan. Maskapai Lufthansa dan Air India menangguhkan penerbangan menuju Riyadh. Data perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan hampir separuh jadwal keberangkatan dari Bandara Riyadh telah dibatalkan pada Kamis, waktu setempat. Sebanyak 31 pembatalan tambahan diperkirakan terjadi di seluruh bandara Arab Saudi pada Jumat.
Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan Houthi berkaitan dengan dukungan kerajaan terhadap pasukan pemerintah Yaman yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pasukan yang didukung Riyadh pekan ini melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Konflik yang kembali memanas setelah gencatan senjata pada 2022 itu juga memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman. Sekitar orang dilaporkan mengungsi sejak pertempuran kembali berkobar. Di sisi lain, Houthi terus memperluas pengaruhnya dan mengepung Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman, dengan menguasai wilayah di sepanjang jalur pegunungan menuju Aden.
Arab Saudi kini meminta dukungan negara-negara sekutu untuk menghadapi serangan tersebut. Turki, anggota NATO, menyatakan akan memberikan bantuan yang terutama bersifat defensif dan teknis, termasuk peralatan militer, berbagi intelijen, serta sistem persenjataan.
Sementara itu, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat dan seorang pejabat pertahanan Suriah mengatakan Damaskus tengah mempertimbangkan opsi bantuan militer, mulai dari dukungan pertahanan hingga pengerahan pasukan untuk membantu operasi melawan Houthi.
Perluasan konflik ini menambah ketegangan di Timur Tengah, yang sebelumnya telah dilanda perang AS-Iran. Ancaman terhadap bandara, fasilitas energi, dan jalur pelayaran strategis meningkatkan risiko gangguan keamanan serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut