Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN, Saham Anjlok 14,28 Persen

Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN, Saham Anjlok 14,28 Persen

BANDA ACEH -Perubahan jajaran pengurus membayangi PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) setelah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama. 

Pada saat yang sama, saham emiten properti yang dikenal dengan nama Trinland tersebut ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat 9 Oktober 2026.

Manajemen TRIN menyatakan telah menerima surat pengunduran diri Rahayu pada 7 Oktober 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat 9 Oktober 2026.

“Pada tanggal 07 Oktober 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Ibu Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo selaku Komisaris Utama Perseroan,” tulis manajemen, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 10 Oktober 2026.

Pengunduran diri tersebut selanjutnya akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perseroan.

Sebelum keputusan tersebut berlaku efektif, Rahayu tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Komisaris Utama. Ia juga akan mendukung kelancaran proses transisi sesuai mekanisme dan ketentuan korporasi.

Meski meninggalkan jabatan komisaris, Rahayu masih tercatat sebagai pemegang saham TRIN, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perseroan menegaskan pengunduran diri tersebut tidak serta-merta mengakhiri hubungannya dengan perusahaan.

Manajemen juga menyatakan akan melanjutkan visi yang dibawa Rahayu selama bergabung dengan perseroan. Visi tersebut antara lain mendorong pembangunan gedung dan pengembangan properti yang lebih ramah lingkungan, memperkuat perspektif perempuan di sektor properti, serta meningkatkan kualitas dan keunggulan desain.

Dari sisi operasional, TRIN menyebut pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan usaha, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan saat ini.

Perseroan akan menyampaikan hasil RUPSLB kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan masyarakat paling lambat dua hari kerja setelah rapat diselenggarakan.

Di pasar saham, TRIN justru menghadapi tekanan jual yang cukup besar. Pantauan RMOL, sahamnya ditutup pada harga Rp204 per lembar, turun Rp34 atau 14,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp238.

Sepanjang perdagangan, saham TRIN dibuka di Rp240 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp248. Adapun harga terendah yang tercatat dalam data perdagangan berada di Rp214, sebelum saham berakhir di Rp204.

Aktivitas transaksi tercatat mencapai 48,60 juta saham dengan nilai sekitar Rp10,97 miliar melalui kali transaksi.

Meski tekanan pada saham TRIN terjadi bersamaan dengan pengumuman pengunduran diri tersebut, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa perubahan jabatan menjadi penyebab langsung pelemahan harga saham.