Ahmad Khozinudin Ngamuk di DPR saat Sampaikan Desakan Pemakzulan Gibran: Rakyat Mau Masuk

Ahmad Khozinudin Ngamuk di DPR saat Sampaikan Desakan Pemakzulan Gibran: Rakyat Mau Masuk

BANDA ACEH  – Ahmad Khozinudin dan rombongannya sempat tertahan di pintu masuk Gedung DPR saat hendak menyampaikan desakan pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Senin (12/10/2026). Khozinudin bahkan sempat mengamuk karena merasa dipersulit petugas keamanan.

Desakan itu disampaikan usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan yang menyatakan tidak atau mendapatkan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat sebagaimana dipersyaratkan dalam UU Pemilu. Hal ini tertuang dalam putusan Perkara Nomor 01/

“Protokol macam apa ini? Rakyat mau masuk, mengirim surat, mau bertemu dengan wakilnya enggak diperkenankan, hanya batasan dua. Ini berapa triliun gedung ini dibangun dari rakyat? Karyawan semuanya dibayar oleh rakyat,” ujar Khozinudin di pintu masuk DPR, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Dia memprotes petugas pengamanan dalam yang mempertanyakan izin kunjungan rombongannya. Petugas disebut meminta izin tersebut dikirimkan terlebih dahulu sebelum mereka memasuki gedung.

Setelah berdebat dengan petugas, rombongan Khozinudin akhirnya diperbolehkan masuk ke gedung parlemen.

Tak lama kemudian, rombongan Mercy Sihombing juga tertahan di Gerbang Pancasila Gedung DPR. Petugas keamanan mengarahkan rombongan tersebut untuk masuk melalui pintu pejalan kaki. 

Namun, mereka mengaku sebelumnya justru diarahkan masuk melalui Gerbang Pancasila.

Situasi sempat memanas hingga petugas kepolisian membuat blokade di depan rombongan tersebut. Khozinuddin kemudian mendatangi rombongan Mercy dan berkomunikasi dengan petugas pengamanan. 

Setelah itu, rombongan Mercy akhirnya dapat masuk ke dalam gedung.

Mercy turut memprotes prosedur pengamanan yang dinilainya menyulitkan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.

“Saya mohon pada Pimpinan DPR, tolonglah, latih pamdal, security untuk menghormati tamu, kami ke sini ke rumah kami, ke rumah rakyat. Saya marah, saya disuruh muter dan parkir di GBK untuk masuk ke sini, urusan sepele ini jadi panjang karena kita sebagai rakyat justru dihalang-halangi masuk rumah rakyat,” kata Mercy