Jerry Massie Kritik Keras Luhut soal Ijazah: Jangan Sampai Pendidikan Dianggap Tak Penting

Jerry Massie Kritik Keras Luhut soal Ijazah: Jangan Sampai Pendidikan Dianggap Tak Penting

BANDA ACEH – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie melontarkan kritik keras terhadap Luhut Binsar Pandjaitan setelah pejabat tersebut menyebut polemik ijazah tidak relevan untuk dibicarakan oleh kalangan intelektual.

Jerry menilai pernyataan Luhut berpotensi melukai kalangan akademisi dan menimbulkan persepsi keliru mengenai pentingnya pendidikan formal. Ia bahkan meminta agar sekolah yang didirikan Luhut di Sumatera Utara turut menjadi bahan pembicaraan apabila ijazah dianggap tidak penting.

“Bubarkan aja kampus-kampus di Indonesia kalau ijazah sudah tak penting,” tulis Jerry dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Minggu (11/10/2026).

Ia juga menyampaikan kritik serupa terhadap lembaga pendidikan yang dikaitkan dengan Luhut. Menurut Jerry, pernyataan mengenai ijazah seharusnya disampaikan secara hati-hati karena pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Jerry menilai pandangan Luhut tersebut tidak tepat, terlebih karena pernyataan itu muncul di tengah polemik mengenai riwayat pendidikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

“Pernyataan Luhut bagaikan dia tak sekolah dan tak punya ijazah SMA. Bagi saya Luhut ini bapak perusak pendidikan Indonesia,” tulis Jerry.

Ia berpendapat, jika ijazah dianggap tidak penting secara mutlak, masyarakat bisa mempertanyakan kembali arti pendidikan formal dan upaya negara membangun sekolah serta perguruan tinggi.

“Masakan ijazah tak penting berarti secara filosofis tak perlu sekolah biar kita bodoh dan buta huruf,” lanjutnya.

Jerry juga mengkritik sikap Luhut yang dinilainya terlalu membela Jokowi. Ia mempertanyakan kontribusi sejumlah tokoh pemerintahan terhadap negara dan melontarkan berbagai kritik atas kebijakan pada era pemerintahan sebelumnya.

Dalam pernyataannya, Jerry menyinggung pengelolaan sumber daya alam, utang negara, serta dugaan kerugian akibat korupsi. Namun, angka dan tudingan yang disampaikannya tersebut merupakan klaim Jerry dan memerlukan verifikasi tersendiri.

Ia turut mempertanyakan kontribusi Luhut dalam mendorong investasi dan menyinggung kunjungan ke Amerika Serikat yang menurutnya tidak menghasilkan hasil sebagaimana diharapkan.

Menurut Jerry, pejabat publik semestinya mendorong generasi muda untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin demi mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita.

“Saya pikir sudah tua sudah bertobat ternyata belum,” tulisnya dalam kritik yang ditujukan kepada Luhut