Kelangkaan BBM di Jembrana Makin Parah, 8 Ton Pertalite Ludes dalam Hitungan Jam

Kelangkaan BBM di Jembrana Makin Parah, 8 Ton Pertalite Ludes dalam Hitungan Jam

BANDA ACEH  – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jembrana, Bali, semakin parah. Antrean panjang kendaraan mengular hampir di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memiliki pasokan BBM jenis Pertalite, Rabu (14/10/2026). 

Fenomena antrean kendaraan tersebut sejatinya sudah terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu siang. Warga bahkan rela mengantre dan menunggu lebih dari 3 jam di SPBU sebelum armada pengangkut BBM Pertamina tiba di lokasi. 

Akibat lonjakan antrean yang begitu masif, stok BBM jenis Pertalite pasokan dari Pertamina langsung ludes hanya dalam hitungan jam. Kondisi ini seperti yang terjadi di SPBU Ngurah Rai, Kecamatan Jembrana, dan SPBU Kaliakah, Kecamatan Negara. 

Pengawas SPBU Kaliakah, Andika Mahayuda, membeberkan bahwa pihaknya telah menerima pasokan BBM sebanyak 8 ton pada Rabu dini hari. Namun, tingginya permintaan warga membuat pasokan tersebut tidak bertahan lama. 

“Kelangkaan BBM di Kabupaten Jembrana terjadi mulai Senin. Hingga saat ini pasokan BBM masih sangat langka dan terbatas, hanya BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Sedangkan jenis Pertamax sudah dua hari mengalami kekosongan,” ujar Andika Mahayuda, Rabu (14/10/2026). 

Krisis BBM di Jembrana kian diperparah dengan tidak tersedianya pasokan BBM non-subsidi jenis Pertamax maupun Pertamax Turbo di sejumlah SPBU.

Habisnya seluruh varian BBM membuat warga terpaksa memutar balik kendaraan mereka untuk mencari SPBU lain yang masih memiliki sisa stok. 

Warga Kabupaten Jembrana sangat berharap pihak Pertamina dan pemerintah daerah segera menormalkan pasokan serta distribusi BBM agar mobilitas dan aktivitas perekonomian harian masyarakat tidak terganggu