Lima Tersangka OTT BNPB Ditahan KPK dan Pakai Rompi Oranye, Tangan Tertangkup

BANDA ACEH – Sebanyak lima tersangka dalam kasus korupsi yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Rabu (14/10) sore.
Lima tersangka itu sebelumnya diamankan bersama 14 orang lainnya termasuk Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pantauan di lokasi, para tersangka mengenakan rompi oranye dikawal penyidik KPK turun dari ruang penyelidikan dan meninggalkan gedung KPK sekitar pukul WIB.
Lima tersangka itu tak mengucapkan satu kata patah pun saat dicecar wartawan. Beberapa tersangka tampak menunduk dan menangkupkan tangannya sebagai tanda penyesalan.
Baca Juga:KPK Tetapkan Tersangka OTT di BNPB, Adik Kepala BNPB Termasuk?
Sementara itu, KPK belum membeberkan kasus korupsi yang tengah ditangani maupun nama-nama dari para tersangka yang baru saja diangkut mobil tahanan tersebut.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, pada Selasa (13/10).
Rustian diamankan tim penindakan KPK bersama 13 orang lainnya dalam operasi senyap di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Meski demikian, belakangan Rustian dipulangkan karena statusnya masih sebagai saksi, bukan tersangka.
“Telah terjadi peristiwa tertangkap tangan dugaan tindak pidana korupsi, di mana dalam peristiwa ini tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang,” kata Budi Prasetyo di sela-sela Jelajah Media 2026 di Jogjakarta, Selasa (13/10) malam.