Survei SMRC, Elektabilitas Prabowo Kalah dari KDM, Anies, AHY, hingga Gibran

BANDA ACEH – Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana akan kalah dengan beberapa nama lain jika pemilihan presiden (pilpres) dilaksanakan saat ini.
Dalam survei 1-10 Oktober 2026 terhadap responden secara acak itu, elektabilitas sejumlah tokoh seperti Kang Dedi Mulyadi (KDM), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bahkan Wapres Gibran Rakabuming Raka jauh meninggalkan Prabowo.
Peneliti SMRC Saidiman Ahmad menyampaikan bahwa dalam simulasi semi terbuka, responden diberi daftar 24 nama tokoh dan boleh menuliskan nama lain di luar daftar tersebut.
Hasilnya, Presiden Prabowo hanya mendapat dukungan 9,8 persen. Bersaing ketat dengan Anies Baswedan pada angka 10,3 persen dan Gibran Rakabuming Raka dengan raihan 8,4 persen.
”Dedi Mulyadi (KDM) jauh meninggalkan semuanya dengan 35,5 persen,” kata Saidiman dalam keterangan resminya pada Sabtu (17/10).
Yang juga mengejutkan, kata dia, simulasi head to head Prabowo dengan KDM mencatatkan angka 69,3 persen untuk KDM. Sementara Prabowo hanya mendapat 18,8 persen dukungan.
Sementara, pada simulasi tiga nama, yakni, Prabowo, Gibran, dan AHY, Prabowo bahkan tertinggal dari Gibran yang mendapat dukungan 29,7 persen serta AHY 28,2 persen.
SMRC mencatat Prabowo hanya mendapat dukungan 22,7 persen dalam skema itu. Sementara, sisa 19,4 persen responden tidak menjawab.
”Gibran dan AHY bersaing ketat satu sama lain, tetapi keduanya sama-sama unggul atas Prabowo. Tanpa Dedi pun, sang petahana tertinggal dari 2 politisi yang jauh lebih muda,” ujarnya.
Menurut Saidiman, hasil survei dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen itu menunjukkan bahwa publik secara umum memang sudah tidak menginginkan Prabowo kembali terpilih dalam pilpres.
”Persoalannya bukan semata karena muncul figur yang sangat cemerlang. Ketika figur itu disingkirkan dari simulasi pun, Prabowo tetap tertinggal,” ungkap dia.
Dalam survei pada Februari–Maret lalu, kata Saidiman, Prabowo masih unggul dengan angka 50,5 persen dan KDM 42,6 persen.
Sejak Juli, kondisinya berbalik. KDM mendapatkan angka 59 persen dan Prabowo turun ke 28,3 persen. Bulan ini jaraknya semakin lebar.
”Dalam 8 bulan, posisi Prabowo merosot dari unggul menjadi tertinggal lebih dari 50 poin,” imbuhnya.