Banyak Sarjana Menganggur Sementara Ada yang Tanpa Ijazah SMA Jadi Wapres

Banyak Sarjana Menganggur Sementara Ada yang Tanpa Ijazah SMA Jadi Wapres

BANDA ACEH -Pengamat Politik Ubedilah Badrun menyoroti anomali banyak generasi muda berijazah sarjana kesulitan mendapatkan pekerjaan, sementara ada pihak yang ijazah SMA-nya dipersoalkan tetapi menjabat sebagai wakil presiden.

Ubedilah menilai polemik syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar menyangkut dokumen pendidikan, melainkan juga menyentuh aspek etika dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Bayangkan situasi Generasi Z yang 60 persen menganggur dan mereka punya ijazah. Mereka terkatung-katung mencari pekerjaan, sementara wakil presidennya ijazah tingkat SLTA-nya bermasalah,” kata Ubedilah, di kanal Youtube Forum Keadilan, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar etik yang melekat pada pemimpin negara. Terlebih, bangsa Indonesia lahir dari perjuangan para pendiri yang menjunjung tinggi nilai-nilai etik.

Ia menyebut polemik syarat pendidikan Gibran sebagai skandal Politik yang dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Bagaimana negara berjalan dengan pemimpinnya yang runtuh secara etik? Legitimasi moralnya kan hancur,” ujarnya.

Ubedilah menambahkan, polemik tersebut telah menjadi perbincangan masyarakat luas. Ia menilai persoalan ini berpotensi memperdalam kekecewaan publik terhadap institusi negara ketika masyarakat masih berjuang mendapatkan pekerjaan meski telah menempuh pendidikan tinggi