Peran Sertifikasi Halal dalam Mendorong Ketahanan Pangan dan Kepercayaan Konsumen

Peran Sertifikasi Halal dalam Mendorong Ketahanan Pangan dan Kepercayaan Konsumen
Sumber gambar: Sparrow

Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia memiliki isu ketahanan pangan yang cukup unik. Selain harus mencukupi kebutuhan bahan makanan, masyarakat Indonesia juga punya ekspektasi bahwa bahan makanan tersebut halal untuk dikonsumsi. Label halal yang dimiliki oleh makanan lebih dari sekedar tanda aman dikonsumsi oleh umat muslim. Tapi lebih merupakan bukti bahwa produsen atau tempat makan menerapkan satu standar yang bisa diterima oleh masyarakat umum.

Sertifikasi Halal Demi Ketahanan Pangan

Sebagai salah satu kebutuhan utama, makanan adalah bidang vital yang dapat harus terus dicukupi. Tekanan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tidak memiliki bahan yang dilarang juga bukan hanya milik konsumen, tapi juga produsen dan legislator. Lewat peraturan yang mempermudah produsen untuk mendapatkan sertifikat halal, baik masyarakat maupun produsen bisa lebih tenang dalam mengonsumsi makanan. Bagi warga umum, label yang ada jadi informasi yang bisa membantu mereka dalam memilih makanan tanpa ragu. Dan bagi produsen, label ini jadi cara pasti untuk meyakinkan para calon konsumen atas produk yang ditawarkan.

Penting untuk diketahui, standar halal tidak terbatas pada bahan makanan, tapi juga berbagai produk lain yang berhubungan dengan proses memasak dan menyimpan bahan makanan. Ini karena, halal juga mencakup material atau bahan baku dan juga bahan pendukung beberapa produk elektronik. Dengan demikian, keamanan pangan halal akan jadi lebih mudah dicapai.

4 Alasan Pentingnya Sudah Tersertifikasi Halal

1. Menjamin Kualitas Produk

Sertifikat halal menjadi bukti keseriusan produsen dalam menghadirkan produk yang berkualitas dan bermutu tinggi. Untuk mendapatkan sertifikat ini, produsen harus menjalani serangkaian inspeksi yang dilakukan langsung oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kondisi di lapangan sudah sesuai dengan dokumen yang diberikan. Tidak hanya untuk verifikasi dokumen, rangkaian pemeriksaan juga melihat kebersihan dan bagaimana produsen mengikuti standar halal.

Misalnya pada produksi kue kering rumahan yang sudah mendapatkan status halal. Ini berarti produsen bisa membuktikan bahwa dalam rangkaian proses produksi kue kering dilakukan di tempat yang bersih dan sesuai dengan standar halal. Bahan baku dan semua alat yang digunakan juga dipastikan bersih dan tidak mengandung produk non-halal.

Begitu juga pada restoran atau bahkan fast food chain. Bersertifikasi halal berarti semua bahan baku yang digunakan dan proses memasak di dalam restoran juga sudah memenuhi standar. Adanya kewajiban memiliki status halal akan mendorong perusahaan untuk membuat produk yang terjamin memenuhi semua standar ini.

2. Memberikan Rasa Aman Pada Konsumen

Umat muslim memang jadi konsumen utama yang mencari label halal di semua produk makanan. Tapi, ada banyak konsumen lain yang juga bisa diuntungkan dari label ini. Misalnya, konsumen yang sedang menjalankan diet tertentu seperti vegetarian atau bahkan vegan. Karena memiliki peraturan yang cukup ketat tentang apa saja yang bisa dimakan, label halal membantu konsumen dalam memilih. Status halal pada produk berarti tidak ada campuran dari bahan-bahan hewani yang biasanya ada di produk serupa.

Produk yang berhasil meyakinkan konsumen bisa dipastikan akan dipilih kembali pada pembelian berikutnya. Adanya label halal juga bisa membuat konsumen lebih mudah dalam merekomendasikan produk tersebut kepada teman dan keluarga.

Salah satu cara promosi yang paling efektif adalah lewat rekomendasi rekan atau dari mulut ke mulut. Dengan ini, produsen dan pemilik usaha yang sudah memiliki label halal bisa mempercayakan konsumen untuk melakukan promosi.

3. Memperluas Pasar

Di tahun 2026, nilai pasar halal sudah mencapai 944 milyar US Dollar, dan diperkirakan nilai pasar akan mencapai 1.3 triliun USD di tahun 2034. Tentunya, para produsen tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk ikut ambil dalam pasar yang cukup menjanjikan ini. Sebagian besar konsumen produk halal berasal dari kawasan Asia Pasifik sebera 40% dari keseluruhan pasar. Tingkat permohonan yang terus naik ini juga bisa dilihat dari banyaknya konsumen yang terus mendesak berbagai supermarket untuk menyediakan lorong khusus makanan halal.

Hampir 59% dari produk halal diedarkan melalui supermarket. Di banyak negara Eropa dan Amerika Latin, sudah ada toko khusus yang memiliki lorong khusus makanan halal. Jepang dan Cina mencakup hampir 30% pasar halal untuk kawasan Asia, dan sudah melakukan banyak cara melalui sertifikasi dan juga mengimpor produk halal untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

Pasar halal dunia yang terus berkembang jadi kesempatan emas bagi semua usaha yang bergerak di bidang makanan halal. Baik dengan cara menjadi eksportir atau membuka cabang usaha yang bergerak khusus di bidang restoran halal.

4. Memperkuat Nama Brand

Semua perusahaan ingin memiliki satu atau beberapa produk yang jadi top-of-mind para konsumen. Misalnya, restoran ayam penyet yang populer karena varian sambal yang dimiliki, sehingga nama sambal yang mirip akan disebut dengan nama restoran. Atau toko kue yang menjual kue khas daerah tertentu, sehingga namanya akan terus dikaitkan dengan kue tersebut. Dampak positif yang diharapkan bukan hanya jadi top-of-mind, tapi juga memudahkan konsumen dalam memilih hingga akhirnya nama restoran jadi lebih mudah dikenal dan diingat. Walaupun sudah ada cukup banyak produk serupa dengan harga yang tidak jauh berbeda, logo halal jadi nilai tambah sendiri bagi para konsumen.

Memiliki label halal secara otomatis bisa menghapus keraguan para konsumen. Karena sudah tidak ada lagi rasa ragu sebelum membeli, kepercayaan konsumen terhadap brand juga akan meningkat secara alami. Dan akhirnya, bisa jadi top-of-mind hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

Menjaga Loyalitas Konsumen

Semua bidang usaha menghadapi masalah yang sama, yaitu mendapatkan dan menjaga konsumen untuk tetap setia pada produk mereka. Karena itu, banyak juga usaha yang mengusahakan berbagai sertifikasi untuk meyakinkan para calon pembeli atas kualitas produk, salah satunya adalah logo halal. Customer retention memang tidak bisa didapatkan begitu saja. Perlu ada usaha pemasaran yang dilakukan secara berkala untuk memastikan produk tetap jadi pilihan para konsumen. Dengan memanfaatkan label halal, kesetiaan konsumen bisa didapat dan dijaga dengan mudah.

Adanya label halal di satu produk dan tempat memang sudah jadi satu hal yang cukup umum. Masyarakat, terutama umat muslim, jadi dimudahkan dalam menentukan pilihan makanan. Lebih lanjut lagi, perusahaan yang melakukan sertifikasi ini juga membantu menjaga keamanan pangan halal dengan memastikan akan terus ada produk yang sudah memenuhi standar halal.

Sudah sewajarnya bersama-sama berusaha memenuhi ketahanan pangan. Baik dari pihak produsen yang mengusahakan untuk mendapatkan sertifikat halal, dan juga konsumen yang menentukan pilihan. Label halal tidak hanya jadi perlambang sudah mengikuti standar yang ada, tapi juga memastikan kualitas dan akses ke makanan terjamin.