Daftar Target Penyadapan Ilegal Terbongkar: Nama Luhut Tidak Ada

BANDA ACEH – Pusaran skandal penyadapan ilegal yang menjerat jenderal-jenderal polisi papan atas terus memicu spekulasi publik.Di tengah deretan nama pejabat negara dan tokoh Politik papan atas yang masuk radar pengintaian gelap, satu nama besar dipastikan meleset dari daftar target dia adalah Luhut Binsar Pandjaitan.
Berdasarkan dokumen penanganan perkara dan keterangan penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri, nama tokoh senior yang dikenal memiliki pengaruh kuat di lingkaran pemerintahan tersebut sama sekali tidak tercantum dalam daftar tokoh yang disadap oleh para tersangka.
“Nama Luhut Binsar Pandjaitan tidak masuk dalam daftar target penyadapan yang dilakukan oleh para tersangka,” ungkap sumber internal kepolisian terkait penanganan kasus mega-skandal ini.
Fokus Menyasar Prabowo hingga Tokoh Politik
Seperti diketahui, aksi penyadapan yang diotaki oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama tiga perwira tinggi lainnya termasuk Irjen Slamet Uliandi alias “Kapten Jack” terfokus pada lingkaran utama Presiden Prabowo Subianto (harianaceh.co.id/tag/prabowo-subianto) serta sejumlah tokoh politik aktif, aktivis LSM, dan insan pers.
Absennya nama Luhut dari daftar incaran penyadapan ini menimbulkan beragam tafsir di kalangan pengamat.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa daftar nama yang dikantongi penyidik murni berdasarkan temuan barang bukti digital dari instrumen monitoring center Bareskrim Polri.
Saat ini, Tim Khusus (Timsus) di bawah komando Kabareskrim Komjen Asep Safrudin terus mendalami motif di balik pemilihan daftar nama target penyadapan tersebut, sekaligus mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak yang memberikan perintah maupun mengeksekusi aksi ilegal ini.
Bareskrim Polri belum mengonfirmasi secara resmi daftar nama yang beredar luas di media sosial terkait kasus dugaan penyadapan ilegal (menggunakan sistem Lawful Interception Management System / LIMS) yang menyeret mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi lainnya.
Dokumen tidak resmi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp memuat sekitar 43 hingga 64 nama (dengan sebagian masih berupa inisial) dari berbagai kalangan, mulai dari Presiden, pejabat negara, tokoh politik, pimpinan ormas/LSM, pengusaha, hingga insan pers.
Sejumlah tokoh nasional yang namanya tercantum dalam daftar liar/belum terverifikasi tersebut meliputi:
• Presiden & Mantan Presiden / Wakil Presiden:
• Prabowo Subianto
• Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
• Megawati Soekarnoputri
• Jusuf Kalla
• Tokoh Politik & Pejabat/Mantan Pejabat:
• Surya Paloh
• Sufmi Dasco Ahmad (Dasco)
• Sjafrie Sjamsoeddin
• Hasto Kristiyanto
• Muhaimin Iskandar (Imin)
• Bahlil Lahadalia
• Zulkifli Hasan (Zulhas)
• Ganjar Pranowo (harianaceh.co.id/tag/ganjar-pranowo)
• Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
• Anies Baswedan (harianaceh.co.id/tag/anies-baswedan)
• Sufmi Dasco Ahmad, Ahmad Muzani, dan lain-lain
• Tokoh Masyarakat, Pengusaha, & Ormas:
• Rocky Gerung
• Andi Syamsudin Arsyad (Haji Isam)
• Japto Soerjosoemarno
• Hercules
• Malik Mahmud Al-Haythar
• Hary Tanoesoedibjo (HT)
• Dahlan Iskan
• Media, Aktivis, & LSM:
• Karni Ilyas
• Teten Masduki
• Asfinawati
• Farwiza Farhan
• Said Iqbal
• Muhammad Isnur