Sabtu, 20/04/2024 - 00:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Anies Diundang Jadi Pembicara Diskusi Panel di Singapura

ADVERTISEMENTS

Bersama Yenny Wahid, Anies senang berdiskusi dengan teman-teman lintas negara.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

JAKARTA — Calon presiden (capres) Partai Nasdem, Anies Rasyid Baswedan mendapat undangan menjadi pembicara yang diadakan sebuah lembaga tink thank di Singapura. Dia hadir menjadi pembicara bersama dengan Yenny Wahid.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Sebuah kehormatan dapat berpartisipasi sebagai pembicara dalam Panel Discussion of ISEAS Yusof Ishak-Regional Outlook Forum 2023 bersama dengan Yenny Wahid di Singapura,” kata Anies melalui akun Twitter, @aniesbawedan dikutip Republika.co.id di Jakarta, Rabu (11/1/2023).

ADVERTISEMENTS

Baca: Megawati Banggakan Kader PDIP Tasdi, Sopir yang Jadi Bupati Purbalingga

Berita Lainnya:
Tim AMIN: Fakta di Sidang MK Membuktikan ASN Dukung 02

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 tersebut merasa senang bisa hadir untuk kembali berdiskusi dan berbagi pendapat di forum prestisius tersebut. Acara itu memang dihadiri berbagai akademisi dari berbagai mancanegara.

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Berbagi panel dan berdiskusi dengan teman-teman lintas negara terkait outlook politik negara-negara di Asia Tenggara. Kali ini, kami diundang untuk membicarakan Reformasi di Indonesia,” ucap Anies.

Menurut Anies, Indonesia pada 2023, akan memperingati 25 tahun gerakan Reformasi. Sejak tahun 1998, sambung dia, masyarakat Indonesia mengakhiri rezim otoriter dan memulainya dengan sistem demokrasi baru. Dia pun menjelaskan perjalanan Indonesia dari Orde Baru hingga pergantian sistem pemerintahan sampai sekarang ini.

Berita Lainnya:
Tanah Datar Catat 30 Titik Lokasi Bencana

“Dengan segala pandangan politik yang ada saat ini, perlu dilakukan upaya dan diskusi mengenai bagaimana cara kita mengenal, memahami, dan memperbaiki hal yang menjadi isu-isu persatuan di negara,” ucap mantan mendikbud tersebut.

“Momen ini memantik ingatan kita pada enam agenda Reformasi, di antaranya amandemen UUD 1945 yang menerapkan pembatasan masa jabatan pemimpin negara, otonomi daerah seluas-luasnya, dan penegakkan supremasi hukum,” ucap Anies melanjutkan.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi