{"id":110620,"date":"2022-10-02T08:52:00","date_gmt":"2022-10-02T01:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/02\/rs-kewalahan-saking-banyaknya-jenazah-aremania-korban-kerusuhan-di-kanjuruhan-banyak-yang-datang\/"},"modified":"2022-10-02T09:15:12","modified_gmt":"2022-10-02T02:15:12","slug":"rs-kewalahan-saking-banyaknya-jenazah-aremania-korban-kerusuhan-di-kanjuruhan-banyak-yang-datang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/02\/rs-kewalahan-saking-banyaknya-jenazah-aremania-korban-kerusuhan-di-kanjuruhan-banyak-yang-datang\/","title":{"rendered":"RS Kewalahan Saking Banyaknya Jenazah Aremania Korban Kerusuhan di Kanjuruhan: Banyak yang Datang"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Sejauh ini tercatat ada 127 korban meninggal dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1\/10\/2022).<\/p>\n<p>Diketahui kerusuhan terjadi seusai Arema FC kalah dengan skor akhir 2-3 dari Persebaya Surabaya.<\/p>\n<p>Dikutip TribunWow dari SURYA.co.id, sejumlah suporter Arema FC yang menjadi korban meninggal dalam insiden ini dilarikan ke RS Wava Husada.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan di lapangan pada Minggu (2\/10\/2022) dini hari, mobil jenazah bolak-balik mengangkut korban luka dan jenazah para Aremania.<\/p>\n<p>Saking penuhnya rumah sakit, jenazah Aremania diletakkan berjejer di sebuah ruang IGD.<\/p>\n<p>Pihak rumah sakit mengakui kewalahan mengurus jenazah yang jumlahnya begitu banyak.<\/p>\n<p>&#8220;Kita saat ini menangani (suporter) yang masih hidup,&#8221; ujar Direktur RS Wava Husada, dr Bambang Dwi ketika dikonfirmasi, Minggu (2\/10\/2022).<\/p>\n<p>&#8220;Sementara yang sudah meninggal diserahkan ke keluarga untuk dikuburkan, yang meninggal kabarnya akan dibawa ke RSSA semuanya.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Soalnya kita tidak punya fasilitas untuk jenazah. Karena jumlahnya banyak, kita cuma punya satu,&#8221; ungkap Bambang.<\/p>\n<p>Kendati demikian belum diketahui persis berapa jenazah Aremania yang dibawa ke RS Wava Husada.<\/p>\n<p>&#8220;Fasilitas oksigen kita ada, kita sudah siapkan. Kita ada oksigen central juga.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Untuk jumlah pasien yang dirawat atau meninggal saya belum tahu pasti. Karena banyak yang datang lalu pergi. Nanti satu pintu keterangan semuanya dari polisi,&#8221; pungkas Bambang.<\/p>\n<p>Sementara itu dari visual di Kompastv, sejumlah jenazah korban tragedi Kanjuruhan tampak diletakkan di halaman rumah sakit dalam kondisi sudah terbungkus body bag atau kantung mayat.<\/p>\n<p>Terinjak-injak dan sesak napas sementara ini disebut sebagai penyebab utama tewasnya 127 orang di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1\/10\/2022) malam.<\/p>\n<p>Penampakan jenazah korban tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2\/10\/2022). Sebagai nformasi, kericuhan suporter Arema FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1\/10\/2022) malam. Dalam bentrok ini polisi menembakkan gas air mata dan 127 suporter termasuk 2 polisi dilaporkan tewas.\u00a0<\/p>\n<p>Dalam kerusuhan ini pihak kepolisian mengakui telah menggunakan tembakan gas air mata untuk mengurai kerusuhan.<\/p>\n<p>Dikutip TribunWow dari Kompas, pihak kepolisian menegaskan tembakan gas air mata digunakan untuk mencegah oknum suporter bertindak anarkis.<\/p>\n<p>Terkait sesak napas, pihak kepolisian menyebut hal tersebut terjadi karena penumpukan penonton di satu pintu stadion.<\/p>\n<p>&#8220;Para suporter berlarian ke salah satu titik di Pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah, banyak yang mengalami sesak napas,&#8221; ungkap Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dalam konferensi pers di Mapolres Malang, Minggu (2\/10\/2022) pagi.<\/p>\n<p>Menurut informasi dari Nico ada 42.288 penonton di tribun saat itu, namun yang turun ke lapangan hanya ada 3 ribu suporter.<\/p>\n<p>&#8220;Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dikutip TribunWow dari Tribunnews, kerusuhan pertama kali terjadi saat sekira ribuan orang penonton masuk ke lapangan saat Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya.<\/p>\n<p>Saat para penonton turun ke lapangan, aparat terlihat kewalahan menangani kericuhan tersebut hingga akhirnya menembakkan gas air mata ke kerumunan.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi sampai dengan pukul 03.00 ada di beberapa rumah sakit, ada 127 penonton yang meninggal dunia,&#8221; kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, Minggu (2\/10\/2022).<\/p>\n<p>Dari 127 orang yang tewas, 2 di antaranya adalah anggota kepolisian.<\/p>\n<p>Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta memaparkan, 34 orang meninggal di stadion dan sisanya meninggal di rumah sakit.<\/p>\n<p>Sementara itu ada 180 orang luka-luka dirawat di rumah sakit.<\/p>\n<p>Penyebab tewasnya para korban sementara ini diduga karena terinjak-injak saat terjadi kericuhan, hingga sesak napas akibat semprotan gas air mata dari aparat keamanan.<\/p>\n<p>Akibat insiden ini, Arema dapat kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah dalam Liga 1 musim 2022\/2023<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Sejauh ini tercatat ada 127 korban meninggal dalam tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1\/10\/2022). Diketahui kerusuhan terjadi seusai Arema FC kalah dengan skor akhir 2-3 dari Persebaya Surabaya. Dikutip TribunWow dari SURYA.co.id, sejumlah suporter Arema FC yang menjadi korban meninggal dalam insiden ini dilarikan ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":110621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[1420],"series":[],"class_list":["post-110620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-peristiwa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/110620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=110620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/110620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/110621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=110620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=110620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=110620"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=110620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}