{"id":116305,"date":"2022-10-10T23:19:00","date_gmt":"2022-10-10T16:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/10\/muazin-aniaya-imam-masjid-gegara-speaker-dimatikan-saat-adzan-korban-tewas\/"},"modified":"2022-10-10T23:27:36","modified_gmt":"2022-10-10T16:27:36","slug":"muazin-aniaya-imam-masjid-gegara-speaker-dimatikan-saat-adzan-korban-tewas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/10\/muazin-aniaya-imam-masjid-gegara-speaker-dimatikan-saat-adzan-korban-tewas\/","title":{"rendered":"Muazin Aniaya Imam Masjid Gegara Speaker Dimatikan saat Adzan, Korban Tewas"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b>MS (33) langsung menyerahkan diri ke Polsek Nalumsari, Sabtu, 8 Oktober 2022, setelah mengetahui pamannya meninggal dunia karena ulahnya.<\/p>\n<p>Akar masalahnya terjadi pada Jumat subuh, 7 Oktober 2022, sekira pukul 04.00 WIB.<\/p>\n<p>Saat itu MS sedang melaksanakan azan salat subuh di Mushola At Taqwa, Desa Dorang Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.<\/p>\n<p>Di tengah adzan, speaker adzan mati. Di tempat itu hanya ada MS dan pamannya, BD.<\/p>\n<p>Ia menuduh BD telah mematikan speaker microphone mushola yang saat itu seolah-olah tidak merasa bersalah dan langsung melaksanakan takbir untuk sholat sunah.<\/p>\n<p>Kesal dengan kejadian itu, tersangka MS menghampiri korban yang saat itu sedang salat sunah. MS gelap mata dan langsung melancarkan sepuluh kali pukulan ke arah kepala.<\/p>\n<p>Saat dipukuli itu korban sempat melakukan pukulan balasan berucap kepada MS.<\/p>\n<p>\u201cLapo kuwe arep mateni aku?, pateno! (Ngapain kamu, mau bunuh saya? Bunuh saja!,\u201d kata MS menirukan perkataan BD saat itu.<\/p>\n<p>Dalam sepuluh kali pukulan itu, kurang lebih tiga kali kepala korban terbentur tembok mushola. Akibat pukulan itu, korban tergeletak di mushola dengan kondisi mulut dan telinga berdarah.<\/p>\n<p>Kemudian tersangka MS kembali ke rumahnya yang berada di dekat Mushola.<\/p>\n<p>Sementara korban sempat ditolong saksi mata dan dilarikan ke rumah sakit di Kudus.<\/p>\n<p>Namun nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 9 Oktober 2022, sekira pukul 01.00 WIB.<\/p>\n<p>Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi mengatakan, korban dan tersangka memiliki hubungan keluarga.<\/p>\n<p>Korban merupakan kakak kandung dari ibu tersangka.<\/p>\n<p>Artinya, korban adalah pakde dari tersangka.<\/p>\n<p>Hasil dari pemeriksaan terhadap tersangka, MS mengaku tega memukul pakdenya karena kesal korban merasa tidak bersalah mematikan speaker adzan saat MS adzan.<\/p>\n<p>Tanpa berpikir panjang, MS melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban BD meninggal dunia.<\/p>\n<p>\u201cKorban merupakan imam mushola sedangkan Tersangka juga kerap menjadi muazin pada mushola itu, namun berdasarkan pengakuan Tersangka ybs gelap mata dan spontan menganiaya korban,&#8221; kata Rozi<\/p>\n<p>Dari kejadian ini, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi.<\/p>\n<p>Termasuk satu saksi yang mendengar suara benturan di tembok.<\/p>\n<p>Semuanya sudah dimintai keterangan dan didapati kejadian ini adalah penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.<\/p>\n<p>\u201cHasil pemeriksaan dokter, korban meninggal dunia setelah mengalami pendarahan di bagian kepala,\u201d kata Kasat Reskrim saat konferensi pers, Senin, 10 Oktober 2022.<\/p>\n<p>Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dua buah sarung warna, satu buah kaos, satu celana, dan satu kemeja lengan panjang.<\/p>\n<p>Terhadap Tersangka dipersangkakan Pasal 338 dan\/atau Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211;MS (33) langsung menyerahkan diri ke Polsek Nalumsari, Sabtu, 8 Oktober 2022, setelah mengetahui pamannya meninggal dunia karena ulahnya. Akar masalahnya terjadi pada Jumat subuh, 7 Oktober 2022, sekira pukul 04.00 WIB. Saat itu MS sedang melaksanakan azan salat subuh di Mushola At Taqwa, Desa Dorang Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Di tengah adzan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":116306,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[36609],"series":[],"class_list":["post-116305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-korban-tewas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/116305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=116305"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/116305\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/116306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=116305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=116305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=116305"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=116305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}