{"id":124887,"date":"2022-10-22T16:58:00","date_gmt":"2022-10-22T09:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/22\/sebelum-tewas-di-tangan-pendeta-isi-curahan-hati-ade-yunia-di-buku-diarynya-jadi-sorotan\/"},"modified":"2022-10-23T01:48:13","modified_gmt":"2022-10-22T18:48:13","slug":"sebelum-tewas-di-tangan-pendeta-isi-curahan-hati-ade-yunia-di-buku-diarynya-jadi-sorotan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/22\/sebelum-tewas-di-tangan-pendeta-isi-curahan-hati-ade-yunia-di-buku-diarynya-jadi-sorotan\/","title":{"rendered":"Sebelum Tewas di Tangan Pendeta, Isi Curahan Hati Ade Yunia di Buku Diarynya Jadi Sorotan"},"content":{"rendered":"<p><b><\/b><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH &#8211;<\/b> Kepergian Ade Yunia Rizabani Paembonan alias Icha (36) membuat sosoknya semasa hidup menjadi sorotan.<\/p>\n<p>Tak terlepas dari akun media sosialnya, Icha ternyata pernah merangkai kata-kata menyentuh untuk mendiang sang ibunda.<\/p>\n<p>Rangkaian kata-kata yang ditulisnya di atas buku diarynya tersebut ditulis Icha jauh sebelum dirinya tewas dibunuh oleh temannya sendiri, Pdt. Rudolf Tobing.<\/p>\n<p>Terlihat, pada sebuah halaman di buku diarynya, Icha menuliskan kerinduannya pada sang ibunda yang sudah lebih dulu berpulang.<\/p>\n<p>Siapa sangka. Kini Icha telah menyusul sang ibu.<\/p>\n<p>Namun, kepergiannya menghadap tuhan harus dengan cara mengenaskan.<\/p>\n<p>Rudolf Tobing, yang merupakan sahabat Icha sendiri nyatanya dengan tega merenggut nyawanya.<\/p>\n<p>Bahkan mayatnya dimasukkan ke dalam plastik dan dibawa menggunakan troli sebelum akhirnya dibuang di kolong Tol Becakayu, Bekasi.<\/p>\n<p>Dilansir dari akun Facebooknya, Icha sempat mengunggah foto sebuah kertas dari buku Diary-nya untuk sang ibunda.<\/p>\n<p>Berikut curhatan Icha yang ditulis 25 Februari 2009 dan diunggah pada 13 Agustus 2014:<\/p>\n<p><i><b>Karyaku \u201cMy Poem\u201d<\/b><\/i><\/p>\n<p><i>-25 Ferb 09 \u2013<\/i><\/p>\n<p><i>Tak sanggung aku menahannya<\/i><\/p>\n<p><i>Air mata ini turun membasahi wajahku<\/i><\/p>\n<p><i>Baca juga:<\/i><\/p>\n<p><i>Pura-Pura Bikin Konten Penculikan, Siasat Licik Rudolf Tobing Habisi Ade Yunia<\/i><\/p>\n<p><i>Teringat ibunda tercinta<\/i><\/p>\n<p><i>Sungguh ku rindu padamu<\/i><\/p>\n<p><i>Tapi tak kan pernah bida kulihat lagi<\/i><\/p>\n<p><i>Ku hanya bisa tertegun diam<\/i><\/p>\n<p><i>Mengingatmu, mengenangmu<\/i><\/p>\n<p><i>dalam hidupku<\/i><\/p>\n<p><i>Sambil menangis ku kenang kau IBU<\/i><\/p>\n<p><i>Kutulis semua kenangan bersamamu<\/i><\/p>\n<p><i>dalam Diaryku ini<\/i><\/p>\n<p><i>Masih seperti mimpi kurasakan<\/i><\/p>\n<p><i>Kau pergi meninggalkanku<\/i><\/p>\n<p><i>Terlalu cepat, begitu cepat<\/i><\/p>\n<p><i>Bahkan sangat cepat<\/i><\/p>\n<p><i>Di saatku tidak di sisimu<\/i><\/p>\n<p><i>Hanya potomu yang terus kupandangi<\/i><\/p>\n<p><i>jika ku rindu<\/i><\/p>\n<p><i>Tak akan lagi ku lihat semummu<\/i><\/p>\n<p><i>dan tawamu IBU<\/i><\/p>\n<p><i>25 Februari 2009, pukul 10.30 WIB<\/i><\/p>\n<p><i>di RSHS R. Mawar No.4 Kau<\/i><\/p>\n<p><i>Sudah bersama dengan Yesus<\/i><\/p>\n<p><i>di Surga \u2026<\/i><\/p>\n<p><i>-AYRP-<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kepergian Ade Yunia Rizabani Paembonan alias Icha (36) membuat sosoknya semasa hidup menjadi sorotan. Tak terlepas dari akun media sosialnya, Icha ternyata pernah merangkai kata-kata menyentuh untuk mendiang sang ibunda. Rangkaian kata-kata yang ditulisnya di atas buku diarynya tersebut ditulis Icha jauh sebelum dirinya tewas dibunuh oleh temannya sendiri, Pdt. Rudolf Tobing. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":124888,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[],"series":[],"class_list":["post-124887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/124887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=124887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/124887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/124888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=124887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=124887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=124887"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=124887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}