{"id":129646,"date":"2022-10-29T22:11:00","date_gmt":"2022-10-29T15:11:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/29\/imam-shamsi-ali-kirim-pesan-untuk-yaqut-islam-tidak-datang-dari-arab-datangnya-dari-allah\/"},"modified":"2022-10-29T23:10:06","modified_gmt":"2022-10-29T16:10:06","slug":"imam-shamsi-ali-kirim-pesan-untuk-yaqut-islam-tidak-datang-dari-arab-datangnya-dari-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/10\/29\/imam-shamsi-ali-kirim-pesan-untuk-yaqut-islam-tidak-datang-dari-arab-datangnya-dari-allah\/","title":{"rendered":"Imam Shamsi Ali Kirim Pesan untuk Yaqut: Islam Tidak Datang dari Arab, Datangnya dari Allah!"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH &#8211; <\/b>Menteri Agama (Menag), <a title=\"Yaqut Cholil Qoumas\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/yaqut-cholil-qoumas\/\">Yaqut Cholil Qoumas<\/a> terus jadi perbincangan. Ada saja pernyataannya yang memancing diskusi berkepanjangan di media sosial.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan terbaru Menag yang viral di media sosial, membuat <a title=\"Imam Shamsi Ali\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/imam-shamsi-ali\/\">Imam Shamsi Ali<\/a> ikut terpancing berkomentar. Dia mengirim pesan kepada Yaqut lewat Twitter.<\/p>\n<p>\u201cIslam itu tidak datang dari Arab. Datangnya dari Allah. Karenanya Islam itu \u2018rahmatan lil-alamin\u2019 dan \u2018kaafatan linnas\u2019,\u201d cuit pria asal Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan yang menetap di Amerika Serikat itu.<\/p>\n<p>\u201cTidak perlu over reaktif benturkan Islam dan budaya. Islam hadir menguatkan budaya yang baik. Tapi juga membenarkan budaya yang salah. Jika salah, Islam luruskan,\u201d lanjut Shamsi.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Islam itu tdk datang dari Arab. Datangnya dari Allah. karenanya Islam itu \u201crahmatan lil-alamin\u201d dan \u201ckaafatan linnas\u201d. Tdk perlu over reaktif benturkan Islam dan budaya. Islam hadir menguatkan budaya yang baik. Tapi juga membenarkan budaya yg salah. Jika salah Islam luruskan. <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/t.co\/ATfDKQg8aL\">pic.twitter.com\/ATfDKQg8aL<\/a><\/p>\n<p>&mdash; Imam Shamsi Ali (@ShamsiAli2) <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/x.com\/ShamsiAli2\/status\/1586317342769786882?ref_src=twsrc%5Etfw\">October 29, 2022<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.x.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Pernyataan kontroversial Menag Yaqut muncul dalam podcast Deddy Corbuzier. Video dialog itu itu diunggah ke YouTube dengan judul \u201cAPA MENTERI AGAMA HARUS ISLAM!\u201d.<\/p>\n<p>Sebenarnya video lama. Diunggah sekitar 11 bulan lalu. Namun, potongannya kembali viral di media sosial.<\/p>\n<p>\u201cAgama Islam ini kan bukan dari Indonesia. Islam dari tanah Arab masuk ke Indonesia. Maka Islam ini harus menghargari budaya yang ada di Indonesia,\u201d terang Gus Yaqut, sapaan akrabnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Gus Yaqut menerangkan bahwa yang dimaksud budaya Indonesia itu adalah seperti menyambangi orang lain yang sedang kesusahan. Saat membantu, tidak bertanya agamanya apa dan lain-lain.<\/p>\n<p>\u201cBudaya di Indonesia tuh seperti apa? Saling menghormati, saling menyambangi ketika ada orang lain kesusahan dia tidak perlu bertanya agamamu apa untuk membantu. Mau bantu ya bantu aja. Ketika orang seneng mau ngasih selamat juga ngak harus nanya agamamu apa,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Inilah yang memicu perbincangan panjang di media sosial. Sebab, kebaikan-kebaikan yang disebut Menag Yaqut sebagai tradisi Indonesia, justru bagian dari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.<\/p>\n<p>Cuitan Imam Shamsi Ali terkait pernyataan Menag itu langsung banjir komentar. Lebih banyak yang mem-bully menteri yang berlatar belakang ketua umum GP Ansor tersebut.<\/p>\n<p><i>\u201cKita maklumi saja, mungkin hanya sebatas itu pemahaman dan kedalaman ilmunya,\u201d<\/i> komentar akun @arissupriyadi63.<\/p>\n<p><i>\u201cAda tokoh-tokoh lebih baik, mengapa orang ini yang diangkat jadi menteri agama? Setiap kali nongol cuma bikin keributan,\u201d<\/i> tulis @HanArchie2.<\/p>\n<p><i>\u201cEmang yg duluan itu indonesia atau agama sih? bukannya adab yg ada di indonesia itu dtg dari agama? atau jgn\u00b2 mentri agama ini mau jual agama. jabatan itu sementara wooi, anda akan musnah jg, jd oertanggung jawabkan semua perbuatanmu,\u201d<\/i> komentar @dayat_wus81.<\/p>\n<p>Ternyata ada di antara netizen yang justru menyalahkan Deddy Corbuzier.<i>\u201cYang salah si botak. Ngundang narsum yang bikin emosi,\u201d<\/i> tulis @rijalfathoni06. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas terus jadi perbincangan. Ada saja pernyataannya yang memancing diskusi berkepanjangan di media sosial.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":129647,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[68,4926,15416,22204,109604],"series":[],"class_list":["post-129646","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-headline","tag-imam-shamsi","tag-yaqut-cholil-qoumas","tag-menteri-agama","tag-datangnya-dari-allah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/129646","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=129646"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/129646\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/129647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=129646"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=129646"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=129646"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=129646"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}