{"id":133620,"date":"2022-11-04T10:46:00","date_gmt":"2022-11-04T03:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/04\/nasdem-terancam-tak-lolos-ambang-batas-parlemen-ketua-dpp-nasdem-so-far-so-good-kami-oke-aja\/"},"modified":"2022-11-04T17:25:51","modified_gmt":"2022-11-04T10:25:51","slug":"nasdem-terancam-tak-lolos-ambang-batas-parlemen-ketua-dpp-nasdem-so-far-so-good-kami-oke-aja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/04\/nasdem-terancam-tak-lolos-ambang-batas-parlemen-ketua-dpp-nasdem-so-far-so-good-kami-oke-aja\/","title":{"rendered":"NasDem Terancam Tak Lolos Ambang Batas Parlemen, Ketua DPP NasDem: So Far So Good, Kami Oke Aja"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas partai Nasional Demokrat (NasDem) turun dan berad di angka 3,9 persen. NasDem pun terancam tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary thershold) 4 persen.<\/p>\n<p>Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya pun memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. Willy menjelaskan bahwa NasDem dari setiap survei selalu seperti penggambaran saat ini.<\/p>\n<p>Dia menyinggung hasil survei NasDem pada Pemilu 2014 lalu yang hanya berada di angka 1% dan paling tinggi 1,9%. Sementara itu, pada Pemilu 2019 NasDem memeroleh angka 3%.<\/p>\n<p>&#8220;Lalu dalam posisi tidak lolos ya, papan bawah lah tapi di dalam hasil pemilu kemudian bisa melakukan lompatan,&#8221; ungkap Willy Aidtya dikutip Suara.com dari kanal YouTube tvOneNews, Kamis (03\/11\/2022).<\/p>\n<p>&#8220;Karena memang kalau survei memiliki variabel yang tentu disurvei partainya. NasDem secara anatomi yang memilihlah yang itu maksimal itu cuma 20%. Rata-ratanya cuma 12-16%,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Willy menyampaikan bahwa hal tersebut berarti anatomi partai NasDem berada di kekuatan calon legislatif dari partai mereka.<\/p>\n<p>Pada 2019, dia mengklaim NasDem mengalami lompatan yang paling tinggi. Kursi yang mulanya berjumlah 36, naik menjadi 59 kursi.<\/p>\n<p>Willy menjelaskan bahwa NasDem selalu memakai scientific approach dan instrumen pengetahuan. Lantas, Willy berterima kasih kepada para lembaga peneliti karena telah menemukan celah NasDem.<\/p>\n<p>&#8220;Nah mencari celahnya, antitesanya, mencari metodologi lain, kami terima kasih kepada teman lembaga peneliti yang memberikan survei ini menjadi cermin bagi kami,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Willy menyebutkan jika cara-cara yang dilakukan oleh NasDem pasti berbeda dengan PDI Perjuangan dan Golkar yang merupakan partai besar.<\/p>\n<p>&#8220;Ini beda sama PDI Perjuangan dan Golkar yang sudah punya cucu bahkan cicit. NasDem ini anaknya aja kadang-kadang masih anak pungut,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>NasDem mengaku tengah bekerja lebih keras dengan mengusung capres yang mumpuni, seperti Anies Baswedan kali ini.<\/p>\n<p>Mereka juga tengah membangun dan merekrut partai yang terbuka serta kandidat-kandidat yang memiliki kapasitas.<\/p>\n<p>&#8220;So far so good sih. Kami oke-oke saja. Jadi kalau toh nilainya masih di bawah rata-rata itu ya kami terima,&#8221; pungkas Willy.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Hasil survei LSI Denny JA menunjukkan bahwa elektabilitas partai Nasional Demokrat (NasDem) turun dan berad di angka 3,9 persen. NasDem pun terancam tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary thershold) 4 persen. Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya pun memberikan tanggapan mengenai hal tersebut. Willy menjelaskan bahwa NasDem dari setiap survei selalu seperti penggambaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":133621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[17257,68,4625,20910,1661,242],"series":[],"class_list":["post-133620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-ambang-batas-parlemen","tag-headline","tag-nasdem","tag-partai-nasdem","tag-partai-politik","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/133620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=133620"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/133620\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/133621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=133620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=133620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=133620"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=133620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}