{"id":135078,"date":"2022-11-06T14:21:00","date_gmt":"2022-11-06T07:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/06\/harga-bbm-dipertanyakan-kinerja-ahok-sebagai-komisaris-pertamina-disentil\/"},"modified":"2022-11-06T16:29:09","modified_gmt":"2022-11-06T09:29:09","slug":"harga-bbm-dipertanyakan-kinerja-ahok-sebagai-komisaris-pertamina-disentil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/06\/harga-bbm-dipertanyakan-kinerja-ahok-sebagai-komisaris-pertamina-disentil\/","title":{"rendered":"Harga BBM Dipertanyakan, Kinerja Ahok Sebagai Komisaris Pertamina Disentil"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Pertamina baru-baru ini dipertanyakan. Ini terkait dengan harga BBM saat ini yang dinilai tidak efisien.<\/p>\n<p>Mengutip Wartaekonomi.co.id &#8212; jaringan Suara.com, kritikan mengenai harga jual BBM ini disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto.<\/p>\n<p>Mulyanto mendesak agar direksi dan komisaris Pertamina bisa melakukan efisiensi agar dapat menekan harga jual BBM. Langkah itu dinilainya bisa membuat harga BBM Pertamina bersaing dengan BBM operator swasta.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan ini, Mulyanto menjelaskan bahwa sebenarnya DPR sudah sejak lama meminta kepada Pertamina untuk membuka hitung-hitungan harga jual BBM. Tak terkecuali harga BBM yang subsidi maupun yang umum.<\/p>\n<p>Namun sampai, lanjutnya, Pertamina tidak dapat menjelaskan secara utuh. Karena itu, harga jual BBM Pertamina menjadi tidak bisa diperkirakan secara objektif.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini Pertamina menjual BBM subsidi dan umum. BBM subsidi hanya solar dan pertalite. Jadi BBM lainnya seperti Pertamax bukanlah BBM bersubsidi,&#8221; ujar Mulyanto seperti dikutip Minggu (5\/11\/2022).<\/p>\n<p>&#8220;Karena BBM jenis umum, maka harganya mengikuti mekanisme pasar. Kalau mengikuti harga pasar maka harga jualnya harus kompetitif. Kalau tidak maka akan ditinggal pelanggannya,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Mulyanto pun mempertanyakan kinerja Ahok. Ia meminta agar jajaran Komisaris Pertamina meningkatkan fungsi pengawasan.<\/p>\n<p>Menurutnya, tugas Komisaris yang diemban Ahok, harus ikut bertanggung jawab ketika terjadi inefisiensi yang berujung pada tingginya harga jual BBM Pertamina.<\/p>\n<p>Mulyanto juga menyebut peran penting Komisaris Pertamina dalam menata manajemen perusahaan agar lebih efektif dan efisien.<\/p>\n<p>\u201cKomisaris harus mendorong Pertamina meningkatkan efisiensi manajemennya agar harga BBM non subsidinya kompetitif,&#8221; desak Mulyanto.<\/p>\n<p>&#8220;Masak Pertamina kalah dengan swasta yang tidak di-backup secara langsung oleh Pemerintah. Ahok perlu lebih aktif mengawal kerja Pertamina agar lebih baik,\u201d sentilnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Mulyanto menilai Pertamina seharusnya dapat bekerja lebih baik dari operator swasta, khususnya mengenai harga jual BBM.<\/p>\n<p>\u201cYang menarik kasus Revvo 89 yg pernah dijual lebih murah dari premium-90, yang notabene BBM bersubsidi. Begitu juga yang terjadi dengan BBM dari Shell. Berarti Shell dan Vivo lebih efisien manajemen bisnisnya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Karena ini kan mengikuti mekanisme pasar. Kalau pertamax mahal tentu akan kurang diminati masyarakat. Dalam jangka panjang akan merugikan Pertamina,\u201d pungkas Mulyanto.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Kinerja Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Pertamina baru-baru ini dipertanyakan. Ini terkait dengan harga BBM saat ini yang dinilai tidak efisien. Mengutip Wartaekonomi.co.id &#8212; jaringan Suara.com, kritikan mengenai harga jual BBM ini disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto. Mulyanto mendesak agar direksi dan komisaris Pertamina [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":135079,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-135078","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/135078","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=135078"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/135078\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/135079"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=135078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=135078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=135078"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=135078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}