{"id":13565,"date":"2022-04-23T22:16:00","date_gmt":"2022-04-23T15:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/04\/23\/moeldoko-sebut-nii-sungguh-mengerikan-fadli-zon-beginilah-kalau-pejabat-tak-cerdas\/"},"modified":"2022-04-24T00:21:52","modified_gmt":"2022-04-23T17:21:52","slug":"moeldoko-sebut-nii-sungguh-mengerikan-fadli-zon-beginilah-kalau-pejabat-tak-cerdas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/04\/23\/moeldoko-sebut-nii-sungguh-mengerikan-fadli-zon-beginilah-kalau-pejabat-tak-cerdas\/","title":{"rendered":"Moeldoko Sebut NII Sungguh Mengerikan, Fadli Zon: Beginilah Kalau Pejabat Tak Cerdas"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> &#8211; Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra <a title=\"Faldi Zon\" href=\"\/tag\/faldi-zon\/\">Faldi Zon<\/a> menyindir Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP)\u00a0 <a title=\"Moeldoko\" href=\"\/tag\/moeldoko\/\">Moeldoko<\/a> yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman dari gerakan Negara Islam Indonesia ( NII).<\/p>\n<p>Menurut Faldi Zon, hal itu menunjukkan sosok pejabat yang tak cerdas dan tak paham akan sejarah.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan oleh\u00a0 Fadli Zon melalui akun\u00a0 Twitternya, Sabtu (23\/4\/2022).<\/p>\n<p>Komentar itu ditulis\u00a0 Fadli Zon sambil pada artikel berita yang tentang imbauan dari\u00a0 Moeldoko tersebut.<\/p>\n<p>Tampaknya\u00a0 Fadli Zon tidak sependapat dengan pernyataan yang disampaikan oleh\u00a0 Moeldoko.<\/p>\n<p>Sehingga ia pun menyebut kalau apa yang disampaikan\u00a0 Moeldoko itu menunjukkan sosok pejabat yang tak cerdas.<\/p>\n<p>Imbauan yang disampaikan\u00a0 Moeldoko itu lantaran\u00a0 gerakan ideologi\u00a0 NII yang lahir di Tasikmalaya,\u00a0 Jawa Barat, pada tahun 1947 di bawah kepemimpinan\u00a0 Kartosuwiryo ternyata masih ada.<\/p>\n<p>\u201cTernyata,\u00a0 NII ini tidak mati dalam melanjutkan garis perjuangannya, selalu tumbuh hidup untuk mempertahankan tujuan ideologisnya yaitu menuju pada Negara Islam Indonesia,\u201d kata\u00a0 Moeldoko dilansir dari KOMPAS TV, Sabtu.<\/p>\n<p>Berikutnya, lanjut\u00a0 Moeldoko, dalam perkembangannya ternyata hampir semua gerakan-gerakan terorisme di belakangnya ada\u00a0 NII.<\/p>\n<p>Ia mencontohkan gerakan itu antara lain, bom Bali, bom di kedutaan besar Amerika, dan bom buku pada 2011.<\/p>\n<p>\u201cTernyata di belakang semua itu juga ada latar belakang\u00a0 NII,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Moeldoko menuturkan\u00a0 NII terpantau terus memperbarui pola strategi dan geraknya.<\/p>\n<p>Jika dulu strateginya mereka menguasai wilayah kini yang dikembangkan adalah perebutan <i>heart dan mind.<\/i><\/p>\n<p>\u201cIni jauh lebih dahsyat, kenapa dahsyat? kalau pergerakan senjata dia mudah dikenali pelakunya mudah ditangkap dan diselesaikan, tapi begitu pergerakan itu melakukan pendekatan dengan <i>heart<\/i>, perebutan hati dan pikiran melalui <i>baiat,<\/i> melalui doktrin-doktrin itu cukup sulit untuk diatasi,\u201d ucap\u00a0 Moeldoko.<\/p>\n<p>Menurut\u00a0 Moeldoko dengan strategi yang dibangun\u00a0 NII, tidak dapat dipungkiri pergerakan itu mempengaruhi banyak unsur.<\/p>\n<p>\u201cMelalui ASN, oleh aparat keamanan, melalui mahasiswa, melalui berbagai institusi dan juga termasuk pengusaha,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cDan lebih dahsyat lagi dia bergerak dengan cara menyembunyikan diri dan kamuflase agar tidak dikenali dari awal sehingga dia memiliki keleluasaan untuk mempengaruhi orang hati-hati ada di tengah-tengah kita,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut\u00a0 Moeldoko menyampaikan strategi-strategi terus diperbarui oleh\u00a0 NII dengan target mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi yang diyakini.<\/p>\n<p>\u201cBercorak keislaman dan menuju kepada pemerintahan khilafah, sedangkan kalau kita melihat JI, Al-qaeda dan JAD target representasi dari anti Barat, itu lebih ke arah sana, sehingga pola pergerakannya berbeda,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, Moeldoko menekankan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk membangun kewaspadaan terkait pergerakan NII.<\/p>\n<p>Terlebih sudah ada 77 anak yang menjadi korban perekrutan dari pergerakan\u00a0 NII dan pengumpulan dana dari kotak-kotak amal.<\/p>\n<p>\u201cKita harus terbuka matanya bahwa semua itu perlu mendapatkan kewaspadaan dan jangan salah bahwa\u00a0 NII ternyata menjadi kontributor dukungan sumber daya bagi pergerakan semua jaringan teroris internasional di Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cIni saya ingatkan hati-hati dan kuncinya adalah membangun awareness, membangun kewaspadaan, di manapun kita berada jangan lagi kita tidak tahu bahwa sebelah kita ternyata teroris sungguh mengerikan,\u201d tegas\u00a0 Moeldoko.<\/p>\n<p>Menanggapi hal itu,\u00a0 Fadli Zon pun memberikan sindiran kepada\u00a0 Moeldoko.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan oleh\u00a0 Fadli Zon melalui akun\u00a0 Twitter miliknya.<\/p>\n<p><i>&#8220;Beginilah kalau pejabat tak cerdas n tak memahami sejarah.\u00a0<\/i><\/p>\n<p><i>Seenaknya lakukan framing n stereotyping,&#8221;<\/i> tulis\u00a0 Fadli Zon.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\" data-width=\"500\" data-dnt=\"true\">\n<p lang=\"in\" dir=\"ltr\">Beginilah kalau pejabat tak cerdas n tak memahami sejarah. Seenaknya lakukan framing n stereotyping. <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/t.co\/PxFfxQW8wo\">https:\/\/t.co\/PxFfxQW8wo<\/a><\/p>\n<p>&mdash; FADLI ZON (@fadlizon) <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" href=\"https:\/\/x.com\/fadlizon\/status\/1517777702840782848?ref_src=twsrc%5Etfw\">April 23, 2022<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.x.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Faldi Zon menyindir Kepala Kantor Staf Presiden ( KSP)\u00a0 Moeldoko yang mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman dari gerakan Negara Islam Indonesia (NII).<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13566,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[11018,14827,68,242,1776],"series":[],"class_list":["post-13565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-nii","tag-fadli-zon","tag-headline","tag-politik","tag-moeldoko"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/13565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=13565"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/13565\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/13566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=13565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=13565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=13565"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=13565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}