{"id":143334,"date":"2022-11-18T19:55:00","date_gmt":"2022-11-18T12:55:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/18\/dituding-bapak-politik-identitas-anies-baswedan-tantang-balik-tanya-masyarakat-nasrani-diskriminatif-tidak\/"},"modified":"2022-11-19T05:48:33","modified_gmt":"2022-11-18T22:48:33","slug":"dituding-bapak-politik-identitas-anies-baswedan-tantang-balik-tanya-masyarakat-nasrani-diskriminatif-tidak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/18\/dituding-bapak-politik-identitas-anies-baswedan-tantang-balik-tanya-masyarakat-nasrani-diskriminatif-tidak\/","title":{"rendered":"Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Tantang Balik: Tanya Masyarakat Nasrani, Diskriminatif Tidak?"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8211; Mantan Gubernur DKI Jakarta kerap dijuluki sebagai bapak politik identitas. Namun tampaknya Anies sudah gerah menyandang sebutan ini berlama-lama, sehingga belakangan mencoba mendebatnya.<\/p>\n<p>Salah satunya seperti dilihat Suara.com di kanal YouTube-nya, Anies menilai persepsi tersebut muncul ketika ia bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.<\/p>\n<p>Namun kini ia sudah purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta. &#8220;Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang intoleran? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang diskriminatif?&#8221; ujar Anies dikutip pada Jumat (18\/11\/2022).<\/p>\n<p>&#8220;Bisakah ditunjukkan kebijakan Anies yang tidak memayungi semua? Bisakan ditunjukkan kebijakan Anies yang mencerminkan pandangan-pandangan partisan?&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Anies kemudian meminta publik untuk melihat rekam jejaknya alih-alih percaya dengan semua persepsi yang berkembang. Anies menyebut, ada dua lembaga survei yang telah mengevaluasi kepuasan publik di ujung periodenya.<\/p>\n<p>&#8220;2 surveyor yang bukan sahabatnya Anies, Vox Populi dan LSI, yang satu (tingkat kepuasannya) 83% dan yang satu 80%. Artinya, nggak ada itu polarisasi yang diduga itu,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi siapapun yang menuding Anies intoleran, Anies tidak bersahabat dengan minoritas, Anies diskriminatif, itu adalah persepsi yang diciptakan di tahun 2017,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Anies menilai persepsi itu sudah tidak valid lagi sebab ia pun bisa menunjukkan hasil kerjanya selama 5 tahun belakangan. Apalagi persepsi adalah penilaian orang lain dan Anies tidak berkapasitas menanggapinya.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika sudah tahun keempat saya mulai tanya, bisa tidak ada Anda tunjukkan kebijakan diskriminatif di Jakarta? Tidak ada,&#8221; kata Anies.<\/p>\n<p>&#8220;Tanya saja sama masyarakat Nasrani, Hindu, Budha, mereka merasa diskriminatif tidak? Atau malah sebaliknya?&#8221; lanjut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.<\/p>\n<p>Hasilnya, menurut Anies, masyarakat justru memberi penilaian positif untuk kinerjanya. &#8220;Mereka bilang baru pertama kali nih kami diurusi sama gubernur. Saya bisa (tunjukkan), ada banyak buktinya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, yang terjadi justru sebaliknya,&#8221; pungkasnya, memastikan bahwa julukan politik identitas sudah tidak relevan lagi dengannya karena Anies merasa sudah mengakomodir kebijakan terbaik untuk semua agama dan kebudayaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8211; Mantan Gubernur DKI Jakarta kerap dijuluki sebagai bapak politik identitas. Namun tampaknya Anies sudah gerah menyandang sebutan ini berlama-lama, sehingga belakangan mencoba mendebatnya. Salah satunya seperti dilihat Suara.com di kanal YouTube-nya, Anies menilai persepsi tersebut muncul ketika ia bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Namun kini ia sudah purnatugas sebagai Gubernur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":143335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-143334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/143334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=143334"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/143334\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/143335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=143334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=143334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=143334"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=143334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}