{"id":146287,"date":"2022-11-24T19:58:00","date_gmt":"2022-11-24T12:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/24\/tak-mau-anies-baswedan-kawin-paksa-koalisi-perubahan-santai-alon-alon-asal-kelakon\/"},"modified":"2022-11-25T06:25:47","modified_gmt":"2022-11-24T23:25:47","slug":"tak-mau-anies-baswedan-kawin-paksa-koalisi-perubahan-santai-alon-alon-asal-kelakon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/11\/24\/tak-mau-anies-baswedan-kawin-paksa-koalisi-perubahan-santai-alon-alon-asal-kelakon\/","title":{"rendered":"Tak Mau Anies Baswedan &#039;Kawin Paksa&#039;, Koalisi Perubahan Santai: Alon-alon Asal Kelakon"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Demokrat, dan PKS dikabarkan tak ingin Anies &#8216;kawin paksa&#8217;.<\/p>\n<p>Mengutip wartaekonomi.co.id &#8212; jaringan Suara.com, hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya.<\/p>\n<p>Pihak mereka dikatakan memiliki pertimbangan yang matang untuk menentukan pasangan Anies.<\/p>\n<p>&#8220;Ya tentu pertimbangan sangat bagus. Dan kita lihat ini kan bukan kawin paksa. Karena dia bukan kawin paksa, dia datang dengan kesadaran dan kita (Nasdem-Demokrat-PKS) equal partnership,&#8221; jelas Willy kepada wartawan di Nasdem Tower, Jakarta, dikutip dari wartaekonomi.co.id pada Kamis (24\/11\/2022).<\/p>\n<p>Willy menyampaikan bahwa Koalisi Perubahan berpegang teguh dengan prinsip &#8216;alon&#8217;alon asal kelakon&#8217; untuk mencari cawapres mendampingi Anies dalam Pilpres 2024 mendatang.<\/p>\n<p>Dia juga menyebut bahwa NasDem tak akan memaksakan kehendak partai politik dalam Koalisi Perubahan. Sebab, NasDem tak ingin terjadi perpecahan di dalam koalisi mereka menjelang pemilu.<\/p>\n<p>&#8220;Yang penting alon-alon asal kelakon. Prinsipnya apa. Yang menjadi episentrumnya adalah Mas Anies sendiri sebagai simbol perubahan,&#8221; ungkap Willy.\u00a0<\/p>\n<p>NasDem memang sudah cukup intens bergandengan dengan PKS dan Demokray. Namun, Willy menyebut NasDem juga sedang menjalin komunikasi dengan banyak parpol lainnya.<\/p>\n<p>Willy pun membeberkan langkah alternatif Koalisi Perubahan, apabila mereka tak kunjung mendapatkan pasangan untuk Anies.<\/p>\n<p>&#8220;Pilihan alternatif kedua adalah mungkin masing-masing partai akan deklarasi dulu capresnya. Habis itu akan deklarasi bersama setelah itu. Jadi prosesnya tidak langsung bersama,&#8221; bebernya.\u00a0<\/p>\n<p>Seperti yang diketahui sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku bahwa Partai Demokrat tidak ingin terburu-buru membentuk koalisi.\u00a0<\/p>\n<p>AHY menyebutkan bahwa tidak ingin deklarasi koalisi hanya untuk gimmick politik semata, lalu\u00a0 bubar di tengah jalan.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Jangan tergesa-gesa, gopoh. Kalau hanya sekadar bersatu, cuma sekedar gimmick politik, saya khawatir koalisinya akan mudah rapuh,&#8221; katanya dalam acara Pelantikan Pengurus DPC Demokrat Se-Jawa Barat, Sabtu (19\/11\/2022).<\/p>\n<p>Menurut AHY, Demokrat sebenarnya tidak ingin mengulur-ulur waktu untuk membentuk koalisi. Tetapi, pendaftaran peserta pilpres baru akan dibuka pada Oktober 2023. Oleh karena itu, masih cukup waktu bagi Demokrat untuk mematangkan rencana koalisi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Buat apa kalau hanya sekadar mendeklarasikan tetapi pecah di tengah jalan,&#8221; tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Demokrat, dan PKS dikabarkan tak ingin Anies &#8216;kawin paksa&#8217;. Mengutip wartaekonomi.co.id &#8212; jaringan Suara.com, hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. Pihak mereka dikatakan memiliki pertimbangan yang matang untuk menentukan pasangan Anies. &#8220;Ya tentu pertimbangan sangat bagus. Dan kita lihat ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":146288,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-146287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/146287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=146287"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/146287\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/146288"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=146287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=146287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=146287"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=146287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}