{"id":23782,"date":"2022-05-13T10:16:00","date_gmt":"2022-05-13T03:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/harianaceh.co.id\/2022\/05\/13\/resmi-jabat-ketua-dpd-demokrat-sumut-lokot-nasution-ajak-anak-bangsa-hentikan-istilah-istilah-pemecah-persatuan\/"},"modified":"2022-05-13T10:35:00","modified_gmt":"2022-05-13T03:35:00","slug":"resmi-jabat-ketua-dpd-demokrat-sumut-lokot-nasution-ajak-anak-bangsa-hentikan-istilah-istilah-pemecah-persatuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2022\/05\/13\/resmi-jabat-ketua-dpd-demokrat-sumut-lokot-nasution-ajak-anak-bangsa-hentikan-istilah-istilah-pemecah-persatuan\/","title":{"rendered":"Resmi Jabat Ketua DPD Demokrat Sumut, Lokot Nasution Ajak Anak Bangsa Hentikan Istilah-istilah Pemecah Persatuan"},"content":{"rendered":"<p><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEghKqdPtgzf0VkpoiGu4H3zdvilIWHwbcLaBHKpG7FTUZlu1GyRnfP1UphlxEx7ruQuRYNgsB-EVcMM71NNu8px9uIpltef2YInASPBSXLrhLRNZKF7iXjWkcWJA01kv4zkZ7elR-i7skelqSBbBrTFexCDyZpVSDryGq7av4NR1J5ql0x2sDfWALdhvw\/s800\/750498_10093913052022_lokot_nasution_pegang_pataka_demokrat_rmolsu.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\" rel=\"noopener\"><\/a><\/p>\n<p><b>BANDA ACEH<\/b> -Residu politik yang memunculkan istilah &#8220;Cebong, Kampret, dan Kadrun&#8221; menjadi hal yang sangat berpotensi memecah belah anak bangsa. Karena itu, sudah saatnya seluruh pihak menghentikan penggunaan istilah-istilah yang hanya melemahkan persatuan tersebut.<\/p>\n<p>Demikian ditegaskan Ketua DPD Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Demokrat Sumatera Utara periode 2022-2027 di Hotel Santika, Kota Medan, Kamis (12\/5).<\/p>\n<p>&#8220;Memecah belah anak bangsa berlangsung sampai sampai saat ini. Daya jangkit menular yang sangat menjijikkan. Istilah-istilah buruk merendahkan martabat, seperti cebong, kampret, kadrun terus mewarnai kehidupan sosial politik sosial di tanah air ini,&#8221; katanya pada acara yang dihadiri Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tersebut.<\/p>\n<p>Lokot melanjutkan, anak bangsa harus tetap mengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih dengan semangat persatuan. Semangat yang menurutnya harus terus dijaga dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.<\/p>\n<p>&#8220;Narasi persatuan dan kesatuan diklaim hanya sepihak saja. Ditambah lagi perilaku buzzer bayaran yang tidak ada faedahnya bagi kehidupan bangsa ini,&#8221; ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.<\/p>\n<p>Lokot juga menyoroti fenomena menghasut dan memfitnah yang dipertontonkan di tengah masyarakat yang mewarnai pemberitaan di media massa dan beredar di media sosial.<\/p>\n<p>&#8220;Sulit dicerna ada ruang untuk menghasut dan memfitnah yang berlangsung di tengah-tengah bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kebhinnekaan. Ini terus berlangsung mewarnai media massa dan media sosial,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Secara khusus di Sumatera Utara, Lokot memastikan Partai Demokrat Sumut siap menjadi mitra bagi Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten\/Kota untuk pembangunan yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami siap mengawasi, memperjuangkan pembangunan provinsi Sumatera Utara ini, sekarang, nanti dan selamanya,&#8221; demikian Lokot Nasution.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH -Residu politik yang memunculkan istilah &#8220;Cebong, Kampret, dan Kadrun&#8221; menjadi hal yang sangat berpotensi memecah belah anak bangsa. Karena itu, sudah saatnya seluruh pihak menghentikan penggunaan istilah-istilah yang hanya melemahkan persatuan tersebut. Demikian ditegaskan Ketua DPD Demokrat Sumut, Muhammad Lokot Nasution, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Demokrat Sumatera Utara periode 2022-2027 di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23783,"comment_status":"open","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[242],"series":[],"class_list":["post-23782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/23782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=23782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/23782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/23783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=23782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=23782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=23782"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=23782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}