{"id":253293,"date":"2023-10-03T21:36:00","date_gmt":"2023-10-03T14:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/03\/perlawanan-terakhir-dn-aidit-pasca-g30s-pki-bagi-bagi-senjata-habisi-pemimpin-desa\/"},"modified":"2023-10-04T02:52:53","modified_gmt":"2023-10-03T19:52:53","slug":"perlawanan-terakhir-dn-aidit-pasca-g30s-pki-bagi-bagi-senjata-habisi-pemimpin-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/2023\/10\/03\/perlawanan-terakhir-dn-aidit-pasca-g30s-pki-bagi-bagi-senjata-habisi-pemimpin-desa\/","title":{"rendered":"Perlawanan Terakhir DN Aidit Pasca G30S PKI, Bagi-bagi Senjata Habisi Pemimpin Desa"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> &#8211; Ketua CC Partai Komunis Indonesia (<a title=\"PKI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/pki\/\">PKI<\/a>), <a title=\"DN Aidit\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/dn-aidit\/\">DN Aidit<\/a> berusaha melawan saat hendak ditangkap.<\/p>\n<p>Pada hari kedua peristiwa <a title=\"G30S\/PKI\" href=\"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/tag\/g30s-pki\/\">G30S\/PKI<\/a> (2 Oktober 1965), yakni begitu tahu Dewan Revolusi terpojok oleh serbuan pasukan RPKAD, Aidit memutuskan kabur ke Yogyakarta.<\/p>\n<p>Ia memperkuat pertahanan keamanan Yogyakarta, termasuk membagi-bagikan senjata kepada unit-unit tentara yang berafiliasi sebagai kader dan simpatisan PKI.<\/p>\n<p>Aidit berhasil menguasai sejumlah kawasan pedesaan setelah sebelumnya menghabisi ratusan pemimpin desa. \u201cMembunuh hampir 250 orang pemimpin desa,\u201d demikian dikutip dari buku Pertamina Perusahaan Minyak Nasional (1986).<\/p>\n<p>Yogyakarta merupakan wilayah basis PKI. Dilansir dari catatan Herbert Feith dalam Pemilihan Umum 1955 di Indonesia, perolehan suara PKI di Yogyakarta merupakan yang tertinggi, yakni 237.000 suara.<\/p>\n<p>Pada 1 Oktober 1965 sehari peristiwa G30S PKI, muncul aksi unjuk rasa di Yogyakarta. Para demonstran menyatakan mendukung Gerakan 30 September 1965.<\/p>\n<p>Di Surakarta (Solo), yakni tetangga Yogyakarta, juga muncul dukungan serupa. Bahkan keberpihakan terhadap G30 S PKI itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Surakarta.<\/p>\n<p>DN Aidit menjejakkan kaki di Yogyakarta pada 2 Oktober 1965 setelah pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie Wibowo mengepung Halim Perdanakusuma.<\/p>\n<p>Pada 9 Oktober 1965, dua batalyon para komando (RPKAD) dikirim ke Yogyakarta untuk memburunya.<\/p>\n<p>Pertempuran antara tentara PKI dengan para komando tak terelakkan. Dalam waktu singkat orang-orang PKI berhasil ditaklukkan. \u201cPada akhir November semua perlawanan mereka yang terorganisasi berakhir\u201d.<\/p>\n<p>Kendati demikian DN Aidit berhasil meloloskan diri. Selama tiga minggu ia bersembunyi di Surakarta, yakni berlari dari satu pos ke pos lain. Aidit sudah lama terkenal licin dan sulit ditangkap.<\/p>\n<p>Pada peristiwa Madiun 18 September 1948, Aidit juga sempat tertangkap namun berhasil meloloskan. Agar tidak terus diburu, ia menyebarkan isu berhasil kabur ke RRC. Padahal posisinya bersembunyi di Jakarta.<\/p>\n<p>Begitu juga saat dikejar-kejar selama tiga Minggu di Surakarta. Aidit masih bisa berkomunikasi secara klandestin dengan para pengikutnya. Pada 21 Oktober 1965 malam, Aidit tertangkap.<\/p>\n<p>Pimpinan tertinggi yang berhasil membawa PKI menjadi partai empat besar dalam perolehan suara di Pemilu 1955 itu, kemudian dieksekusi di wilayah Boyolali, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Sebagaimana peristiwa November 1926 dan 18 September 1948, nasib PKI kembali tamat. Seluruh pimpinan, kader dan simpatisan di Indonesia diburu dan ditangkap. Tidak sedikit orang-orang PKI dihabisi oleh massa yang marah.<\/p>\n<p>Terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang pada Pemilu 1955 menjadi basis terkuat PKI. Pada 12 Maret 1966 PKI secara resmi dibubarkan sekaligus dinyatakan sebagai partai politik terlarang.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px; color: #999999;\"><em><b>Sumber:<\/b> <a target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\" style=\"color: #999999;\" href=\"https:\/\/www.gelora.co\/2023\/10\/perlawanan-terakhir-dn-aidit-pasca-g30s.html\">Gelora <\/a><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua CC Partai Komunis Indonesia (PKI), DN Aidit berusaha melawan saat hendak ditangkap.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":253294,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","_seopress_robots_follow":"","_seopress_robots_imageindex":"","_seopress_robots_snippet":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_robots_freeze_modified_date":"","_seopress_robots_custom_modified_date":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":0,"_seopress_social_fb_img_width":0,"_seopress_social_fb_img_height":0,"_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":0,"_seopress_social_twitter_img_width":0,"_seopress_social_twitter_img_height":0,"_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_enabled":"","_seopress_redirections_enabled_regex":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_redirections_param":"","_seopress_redirections_type":0,"_seopress_analysis_target_kw":"DN Aidit","_seopress_news_disabled":"","_seopress_video_disabled":"","_seopress_video":[],"_seopress_pro_schemas_manual":[],"_seopress_pro_rich_snippets_disable_all":"","_seopress_pro_rich_snippets_disable":[],"_seopress_pro_schemas":[],"footnotes":"","_disable_autopaging":false},"categories":[34],"tags":[394,101811,222556],"series":[],"class_list":["post-253293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-pki","tag-dn-aidit","tag-g30s-pki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/253293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/comments?post=253293"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/posts\/253293\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media\/253294"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/media?parent=253293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/categories?post=253293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/tags?post=253293"},{"taxonomy":"series","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.harianaceh.co.id\/aplikasi-api\/wp\/v2\/series?post=253293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}